BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kecelakaan laut menimpa sebuah speedboat yang mengangkut sepuluh penumpang di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya. Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (11/6) pukul 07.30 WIT, menyebabkan kapal cepat tersebut tenggelam.
Peristiwa nahas ini berlokasi di Perairan Pulau Dai, tepatnya dekat Desa Sinairusi, Kecamatan Babar Barat, Maluku. Speedboat tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Desa Sanairusi menuju Desa Tepa saat musibah itu terjadi.
Akibat tenggelamnya kapal cepat tersebut, sebanyak tujuh penumpang dilaporkan hilang dalam pencarian. Sayangnya, dari total penumpang, satu orang dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam, sementara dua penumpang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Menurut keterangan pihak kepolisian setempat, penyebab utama kecelakaan ini adalah faktor cuaca buruk yang mendominasi perairan Maluku saat itu. Kondisi alam ekstrem menjadi pemicu utama hilangnya kendali atas speedboat.
Kapolres Maluku Barat Daya, AKBP Budhi Suriawardhana, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan kesaksian para korban selamat. "Saat speedboat tiba di antara Pulau Dai dan Desa Tepa, tiba-tiba terjadi angin (yang memicu) gelombang dan menghantam badan speedboat," kata AKBP Budhi Suriawardhana, dikutip dari Detikcom.
Terjangan ombak besar tersebut menyebabkan air laut langsung membanjiri badan kapal dengan cepat. Kondisi ini memaksa seluruh penumpang untuk berjuang menyelamatkan diri dengan berenang di tengah kondisi perairan yang ganas.
Dua orang penumpang yang selamat, Yakop dan Ignasius, berusaha mencapai daratan setelah melihat pesisir Pulau Dai masih terlihat. "Kemudian Yakop dan Ignasius berenang ke daratan karena melihat pesisir pantai Pulau Dai masih kelihatan. Saat itu, melihat Aseal Danie berenang di belakang," jelas AKBP Budhi Suriawardhana, dikutip dari Detikcom.
Upaya pertolongan kepada korban lain menjadi sulit dilakukan karena kondisi alam yang ekstrem dan gelombang tinggi yang menyulitkan posisi para korban yang selamat. Selain itu, kondisi fisik korban juga menjadi kendala dalam proses evakuasi.
"Keadaan korban yang sudah lanjut usia dan kondisi cuaca yang tidak baik sehingga kedua saksi tidak sempat menolong korban dan berenang menyelamatkan diri ke daratan," beber AKBP Budhi Suriawardhana, dikutip dari Detikcom.






.png)