BOGORPLUS.ID - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidrap melaksanakan operasi evakuasi seekor ular king kobra yang ditemukan di sebuah kios milik warga setempat. Kejadian mengejutkan ini berlangsung di Desa Buae, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Peristiwa penangkapan ular berbisa tersebut terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 Wita. Evakuasi dilakukan setelah pemilik kios menyadari adanya reptil berbahaya yang bersembunyi di area usahanya.

Ular king kobra dengan panjang diperkirakan mencapai dua meter itu ditemukan bersembunyi di lokasi yang cukup sensitif. Hewan tersebut dilaporkan berada di antara tumpukan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram di dalam kios tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Damkar Sidrap, Habibi Baharuddin, mengonfirmasi adanya laporan yang diterima oleh tim penyelamat. "Tim (Damkar) mendapatkan laporan adanya ular yang ternyata jenis king cobra," ujar Habibi Baharuddin kepada wartawan pada Jumat, 10 Juni 2026.

Pemilik kios yang diketahui bernama Laere' segera mengambil langkah cepat setelah melihat ular tersebut. Ia dilaporkan langsung menghubungi pihak berwenang untuk meminta bantuan evakuasi demi keamanan.

"Pemilik rumah melihat ular masuk ke bawah tumpukan gas elpiji. Setelah itu langsung melaporkan ke Damkar untuk dilakukan evakuasi," kata Habibi Baharuddin, Kasi Damkar Sidrap.

Tim penyelamat segera bergerak cepat setelah menerima aduan dari masyarakat. Operasi pengamanan berjalan lancar hingga ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban luka maupun jiwa di lokasi kejadian.

Habibi Baharuddin menjelaskan detail mengenai ukuran ular yang berhasil diamankan oleh petugas. "Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 2 meter dengan ukuran badan sebesar lengan orang dewasa. Berdasarkan ciri fisiknya, ular itu diduga merupakan king cobra," terang Habibi Baharuddin, Kasi Damkar Sidrap.

Kondisi lingkungan di Desa Buae diduga menjadi salah satu alasan utama seringnya terjadi interaksi antara reptil berbisa dengan permukiman warga. Desa tersebut dikenal sebagai wilayah yang kerap memerlukan penanganan ular.