BOGORPLUS.ID - Desa Wisata Patakbanteng, yang berlokasi di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kini memegang peran vital sebagai salah satu gerbang utama bagi para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Prau. Kehadiran para wisatawan, khususnya yang berminat menikmati pemandangan matahari terbit, telah berhasil menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Aktivitas perekonomian di desa yang berada dalam kawasan Dataran Tinggi Dieng ini menunjukkan peningkatan signifikan melalui berbagai fasilitas yang disediakan. Fasilitas tersebut meliputi penyediaan layanan penginapan (homestay), penyewaan perlengkapan luar ruang, warung makan, hingga penawaran paket wisata alam terpadu, sebagaimana dilansir dari Money.
Data yang tercatat sepanjang tahun 2025 menunjukkan betapa besarnya daya tarik destinasi ini, berhasil menarik kunjungan lebih dari 122.000 wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Jumlah kunjungan ini menegaskan posisi Patakbanteng sebagai destinasi pendakian yang populer.
Secara geografis, Patakbanteng dikelilingi oleh bentang alam menawan seperti Gunung Pakuwaja, Dataran Tinggi Dieng, Gunung Sumbing, dan Gunung Sindoro, menciptakan lanskap yang indah. Keunggulan lokasi ini diperkuat dengan akses yang relatif mudah menuju jalur pendakian, menjadikannya rute favorit bagi banyak pendaki.
Saat musim liburan panjang tiba, kawasan kaki Gunung Prau yang memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan laut ini bisa dipadati oleh lebih dari 25.000 pelancong. Suhu udara di wilayah ini umumnya berkisar antara 15 hingga 25 derajat Celsius, menawarkan kesejukan khas pegunungan.
Untuk menampung lonjakan wisatawan tersebut, warga lokal telah mengelola sekitar 13 unit homestay dan kabin dengan tarif yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 1 juta per malam, tergantung fasilitas yang disuguhkan. Selain kegiatan pendakian, desa ini juga menawarkan Banteng Jeep Adventure untuk wisata off-road melintasi perbukitan Dieng, serta Wisata Edukasi Carica.
Panduan Waktu Salat Denpasar Hari Ini: Cek Jadwal Lengkap 13 Juni 2026 untuk Kepatuhan Ibadah
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Patakbanteng ikut merasakan dampak positif dari pariwisata, melalui diversifikasi produk olahan. Produk unggulan termasuk manisan carica, minuman herbal dari purwoceng, serta olahan kentang khas Dieng seperti keripik, perkedel, dan kentang mustofa.
Berkat potensi besar ini, Patakbanteng berhasil masuk dalam jajaran 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf, bahkan meraih Juara 1 dalam kategori Resiliensi. Saat ini, desa tersebut juga berstatus sebagai desa wisata binaan dari Bakti BCA.
"BCA berkomitmen untuk meningkatkan daya tarik wisata dan mengakselerasi perekonomian lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kami senantiasa mendorong setiap Desa Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik uniknya," ujar Hera F Haryn selaku EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA.






.png)