Bogorplus.id – Pemerintah Desa Pamijahan menggelar hari puncak rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan yang dipusatkan di wilayah RW 003 ini fokus pada agenda penanaman pohon dan evakuasi sampah di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS).
Aksi lingkungan ini melibatkan kolaborasi lintas unsur masyarakat, mulai dari perangkat pemerintah desa, lembaga desa, PKK, kader Posyandu, hingga warga setempat. Semangat gotong royong semakin kuat dengan kehadiran para pelajar dan santri dari pondok pesantren di wilayah tersebut. Sejak pagi, para peserta bahu-membahu membersihkan tumpukan sampah dan melakukan penghijauan di area yang dinilai rawan longsor.
Kepala Desa Pamijahan menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kerja bakti seremonial, melainkan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif. Ia menekankan pentingnya mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan DAS yang berisiko memicu bencana.
“Harapan kami kegiatan ini bisa menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, wilayah sekitar daerah aliran sungai juga harus ditanami berbagai macam pohon kayu maupun pohon buah agar lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa riwayat bencana longsor yang pernah melanda wilayah tersebut menjadi pengingat penting bagi pemerintah desa untuk serius dalam mitigasi bencana. Sebagai langkah konkret, Pemerintah Desa (Pemdes) Pamijahan mulai mempersiapkan sistem pengelolaan sampah desa yang lebih terstruktur tahun ini.
“Adanya longsoran ini menyadarkan kami bahwa pemerintah desa harus siaga, termasuk menyediakan tempat sampah sebagai bagian dari mitigasi bencana. Insyaallah mulai tahun ini pengelolaan sampah di Desa Pamijahan siap dikelola secara mandiri,” tambahnya.
Pemilihan RW 003 sebagai lokasi pilot project pelestarian lingkungan didasari pada tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi di wilayah tersebut. Pemdes Pamijahan menargetkan program serupa dapat segera diimplementasikan di wilayah RW lainnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh elemen desa untuk tetap konsisten dalam menjaga asri lingkungan. Selain mengedukasi warga untuk tidak menebang pohon secara liar, program ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam di wilayah Pamijahan.

