bogorplus.id— Mobil distribusi tak bisa masuk sekolah, dapur MBG Citaringgul di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, terpaksa mengandalkan gerobak untuk mengantar ribuan porsi makanan bergizi kepada 1.800 siswa setiap hari.
Direktur Operasional MBG, Subawanta mengatakan, jumlah penerima manfaat juga akan ditambah sekitar 300 hingga 500 siswa dalam waktu dekat.
“Penerima manfaat sekitar 1.800 siswa SD per hari, nanti ditambah sekitar 300 sampai 500 lagi,” ujar Subawanta kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, distribusi makanan menjadi tantangan utama dibanding proses produksi di dapur. Sebab, kendaraan pengangkut makanan tidak bisa langsung masuk ke sejumlah sekolah penerima manfaat.
“Yang susah-susah justru kami ambil karena mereka lebih membutuhkan, mobil MBG cuma sampai pinggir jalan, jadi untuk ke dalam kami bantu pakai gerobak,” katanya.
Untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar, pihak pengelola bekerja sama dengan sekolah penerima manfaat. Bahkan, beberapa sekolah difasilitasi lebih dari satu gerobak agar makanan bisa cepat sampai ke siswa.
“Gimana caranya kami bisa memberikan yang terbaik kepada penerima manfaat, ya menjalankan MBG dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Selain melayani ribuan siswa setiap hari, dapur MBG Citaringgul 01 juga melibatkan 42 relawan warga sekitar dan akan bertambah menjadi 47 orang. Mayoritas relawan berasal dari lingkungan RT 1 dan RT 2 Citaringgul.

