BOGORPLUS.ID - Sumur Puter yang berlokasi di Desa Langgardalem, Kecamatan Kudus, menjadi sorotan publik menyusul beredarnya narasi viral mengenai kemampuan mistisnya mengembalikan barang atau anggota keluarga yang hilang.
Hal ini terungkap setelah sebuah akun TikTok mengunggah informasi mengenai mitos tersebut, yang kemudian menarik perhatian masyarakat luas. Narasi tersebut menyebutkan bahwa memutar mengelilingi sumur sambil berdoa dipercaya dapat memulihkan apa yang telah hilang.
Lokasi sumur bersejarah ini cukup tersembunyi, berada di balik gang sempit di area permukiman warga, berjarak sekitar 500 meter dari Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Kondisinya saat ini kurang terawat, berada di dalam bangunan bekas gudang pabrik rokok dan tertutup semak belukar.
Pemangku Sumur Puter, Mohammad Romza, angkat bicara untuk meluruskan informasi mengenai mitos yang berkembang di masyarakat tersebut. Ia menjelaskan bahwa sumur ini memiliki sejarah yang berbeda dari narasi viral yang beredar di media sosial.
Dilansir dari Detikcom pada Kamis (11/6), Romza memaparkan bahwa Sumur Puter merupakan hadiah dari Jafar Shodiq atau Sunan Kudus untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat saat masa perang dahulu. Air sumur ini sangat penting sebagai bekal bagi masyarakat yang akan berangkat berperang.
"Sumur puter ini, menurut yang saya terima dari pemangku dulu, sumur hadiah dari Sunan Kudus untuk masyarakat waktu membutuhkan kehidupan, air untuk bekal masyarakat sebagai bekal pulang berperang," kata Romza saat ditemui di lokasi pada Rabu (10/6).
Menurut sejarah lokal yang diwariskan kepadanya, mata air ini muncul setelah tongkat milik Sunan Kudus ditancapkan ke tanah di lokasi tersebut. Masyarakat sekitar langsung memanfaatkan air yang memancar untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
"Sumur ini awalnya dulu tongkat yang ditanamkan di sini, keluar mata air untuk kebutuhan masyarakat untuk bisa dikonsumsi," imbuh Romza.
Romza menambahkan bahwa area di sekitar sumur tersebut dulunya juga difungsikan sebagai tempat pemeliharaan kuda milik Sunan Kudus, yang merupakan tunggangan sang wali penyebar agama Islam.






.png)