BOGORPLUS.ID - Pasar kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026, mencapai angka adopsi sekitar 20 persen. Pertumbuhan ini terjadi di tengah masyarakat yang semakin selektif dalam pengeluaran transportasi, terutama karena fluktuasi harga bahan bakar konvensional dan biaya perawatan yang tinggi.

Perubahan perilaku konsumen ini secara langsung mendorong momentum pertumbuhan bagi sektor elektrifikasi, yang menawarkan efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang. Minat masyarakat terhadap inovasi teknologi dan nilai tambah yang dibawa kendaraan listrik tetap kuat meskipun ada tantangan ekonomi saat ini.

"Kami memahami bahwa kondisi ekonomi saat ini turut memengaruhi perilaku konsumen. Namun, kami melihat minat masyarakat terhadap kendaraan yang menawarkan efisiensi, inovasi teknologi, dan nilai tambah tetap sangat kuat," ujar Luther Panjaitan selaku Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia.

Lebih lanjut, Luther Panjaitan menjelaskan dampak nyata dari pergeseran minat pasar tersebut pada data perusahaan. "Hal ini tercermin dari perkembangan pasar kendaraan listrik di Indonesia yang meningkat dari kurang dari 1 persen pada 2024 menjadi sekitar 20 persen pada kuartal pertama 2026. Dan hingga saat ini, lebih dari 91.000 kendaraan BYD telah menjadi bagian dari mobilitas harian masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Pertimbangan utama konsumen saat ini adalah pengeluaran harian, yang kini melampaui sekadar harga beli awal kendaraan baru. Kenaikan harga bahan bakar fosil mendorong masyarakat untuk mencari alternatif moda transportasi yang lebih hemat energi dan berkelanjutan.

Menanggapi hal ini, BYD memperkenalkan sistem penggerak mutakhir yang disebut Dual Mode (DM), menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin penyokong. Teknologi ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh dengan efisiensi energi yang optimal.

"Karena itu, BYD menghadirkan teknologi Dual Mode (DM), sebuah kombinasi teknologi EV+Hybrid yang menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar, performa, dan fleksibelitas yang memungkinkan total biaya pemakaian yang lebih terjangkau," kata Luther Panjaitan.

Untuk menjaga tren pertumbuhan penjualan di tengah persaingan industri otomotif yang ketat, BYD berencana fokus pada inovasi produk dan meningkatkan interaksi langsung dengan calon konsumen. Ekspansi jaringan layanan purna jual juga menjadi prioritas utama perusahaan.

"Untuk menjaga pertumbuhan penjualan yang positif, kami akan terus menghadirkan inovasi teknologi & produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia," kata Luther Panjaitan.