bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengandalkan dukungan pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan jalur KRL Tenjo-Jasinga, double track, dan Stasiun Jasinga. 

Proyek senilai Rp4 hingga Rp5 triliun itu dinilai terlalu berat jika dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengatakan Pemkab telah menerima tawaran dari investor asal China untuk membangun jalur KRL Tenjo-Jasinga.

"Komitmen Pak Bupati, lahannya akan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sedangkan sarana dan prasarananya kami memilih memaksimalkan dukungan pemerintah pusat karena bagaimanapun investor mengejar keuntungan sebesar-besarntya, sementara jabatan bupati-wabup Bogor terbatas," ujar Bambam kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Bambam, jika proyek dipaksakan menggunakan APBD, kemampuan fiskal daerah akan terbebani.

Untuk membangun jalur Tenjo-Jasinga saja, Pemkab diperkirakan harus mengalokasikan sedikitnya Rp1 triliun.

"Pak Bupati tidak ingin meninggalkan beban utang di akhir masa jabatan, karena itu kami menunggu dukungan pemerintah pusat agar proyek ini bisa direalisasikan," tegasnya.

Saat ini, Pemkab Bogor masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Di sisi lain, studi kelayakan (feasibility study/FS) telah disiapkan sebagai dasar pemetaan lahan untuk pembangunan jalur KRL.

Proyek tersebut diproyeksikan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Bogor Barat, khususnya Jasinga dan Cigudeg.