BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Kota Kunming, Provinsi Yunnan, China, melibatkan mobil sport mewah Ferrari 488 GTB yang bernilai miliaran rupiah. Kendaraan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah setelah dijadikan arena bermain oleh sekelompok anak.
Peristiwa ini terungkap ketika pemilik kendaraan kembali ke lokasi setelah sempat pergi untuk urusan dinas. Rekaman dari kamera CCTV menjadi bukti visual yang menunjukkan aksi empat anak di bawah usia 10 tahun yang merusak mobil tersebut.
Aksi anak-anak tersebut terbilang ekstrem; mereka tampak memanjat kap mesin, berdiri di kaca depan, hingga menggunakan bodi mobil sebagai perosotan. Selain itu, ditemukan juga bahwa batang bambu sempat digunakan untuk menusuk bagian bodi mobil mewah tersebut.
Kerusakan yang timbul pada Ferrari 488 GTB tersebut cukup signifikan, meliputi baret mendalam pada kap mesin, atap, fender, lampu belakang, serta kaca. Bahkan, bemper depan mobil mewah itu dilaporkan mengalami keretakan akibat permainan tersebut.
Pemilik kendaraan merasa sangat terkejut melihat kondisi mobilnya sepulang dinas dan segera berupaya mencari solusi. Ia awalnya berusaha mencapai penyelesaian secara kekeluargaan dengan orang tua keempat anak yang bertanggung jawab atas kerusakan itu.
Untuk menekan biaya perbaikan, pemilik mobil memilih opsi untuk memperbaiki kendaraannya di bengkel umum menggunakan komponen aftermarket. Perkiraan biaya perbaikan di bengkel umum hanya mencapai 29.360 yuan atau setara Rp 70 jutaan.
Sebagai perbandingan, jika perbaikan dilakukan di bengkel resmi Ferrari, estimasi biayanya jauh lebih tinggi, yakni sekitar 100 ribu yuan atau kurang lebih Rp 260 jutaan. Pemilik mobil memilih jalur yang lebih hemat biaya ini.
Namun, upaya mediasi yang difasilitasi oleh pihak kepolisian tidak mencapai titik temu yang memuaskan bagi pemilik mobil. Orang tua para bocah tersebut hanya bersedia memberikan kompensasi sebesar 5.000 yuan atau sekitar Rp 13 jutaan.
"Orang tua dari para bocah tersebut hanya bersedia memberikan ganti rugi sebesar 5.000 yuan atau berkisar Rp 13 jutaan dan enggan meminta anak-anak mereka meminta maaf," demikian disampaikan dari sumber berita mengenai hasil mediasi yang gagal.






.png)