BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi terjadinya fenomena banjir pesisir atau banjir rob di berbagai wilayah Indonesia. Peringatan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi kenaikan permukaan air laut yang signifikan.
Prakiraan cuaca maritim ini berlaku dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu mulai tanggal 24 Juni hingga puncaknya diperkirakan terjadi hingga 7 Juli 2026 mendatang. Informasi ini penting bagi masyarakat pesisir untuk mengambil langkah antisipasi.
Penyebab utama dari peningkatan ketinggian air laut ini adalah adanya fenomena Bulan Purnama yang diprediksi akan terjadi pada tanggal 30 Juni 2026. Fenomena astronomi ini secara alami memengaruhi kondisi pasang surut air laut secara global.
BMKG mengonfirmasi prediksi ini berdasarkan hasil pantauan data level air laut yang terkini serta prediksi pola pasang surut air laut yang telah diolah oleh lembaga tersebut. Data ini menjadi dasar utama dalam mengeluarkan imbauan kewaspadaan.
Dilansir dari Detikcom, banjir rob ini diproyeksikan akan melanda kawasan pesisir yang membentang luas dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga wilayah Maluku. Jadwal waktu kejadian di setiap lokasi diprediksi akan bervariasi.
Secara umum, masyarakat yang beraktivitas di sekitar area pelabuhan dan pesisir pantai diminta bersiap karena kelancaran aktivitas harian diprediksi akan terganggu oleh luapan pasang air laut maksimum. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari semua pihak terkait.
Beberapa sektor ekonomi vital diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari kondisi ini, termasuk proses bongkar muat logistik di pelabuhan, kondisi lingkungan permukiman yang berada di pesisir, serta operasional kegiatan perikanan darat dan tambak garam.
Sebagai contoh spesifik, Pesisir Jawa Tengah bagian barat seperti Brebes, Tegal, dan Pemalang diperkirakan akan mengalami dampak pada periode 1 hingga 3 Juli 2026. Sementara itu, wilayah Jawa Timur seperti Tuban, Lamongan, dan Gresik akan terdampak pada 29 Juni 2026.
Pelabuhan Surabaya juga masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak banjir rob, dengan estimasi puncak pasang maksimum terjadi antara tanggal 28 hingga 30 Juni 2026. Masyarakat di area pelabuhan diminta waspada selama periode tersebut.






.png)