bogorplus.idKepala Stasiun Cibinong, Hendri, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya koordinasi dari PT Railway Asset Management (RAM) terkait rencana pengelolaan lahan di kawasan Stasiun Cibinong.

Hingga kini, pihak stasiun mengaku belum menerima informasi resmi mengenai desain, jadwal pembangunan, maupun teknis pemanfaatan lahan tersebut.

Hendri menjelaskan bahwa PT RAM berkomunikasi langsung dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) selaku pemilik lahan, bukan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Itu bukan lahan KAI, itu punya DJKA. Mereka kontak langsung dengan DJKA, mereka yang kontrak. Saya juga tidak tahu detailnya," ujar Hendri saat ditemui di Cibinong, Selasa (23/6/2026).

Ia mengaku sempat bertemu dengan perwakilan PT RAM. Dalam pertemuan tersebut, PT RAM hanya menyampaikan bahwa mereka telah mendapatkan kontrak pengelolaan lahan.

Namun, setelah itu, tidak ada tindak lanjut koordinasi dengan pengelola stasiun.

"Mereka bilang nanti mau kasih layout, tapi sampai sekarang saya juga belum tahu seperti apa, penggunaannya kapan juga belum tahu," keluhnya.

Hendri menegaskan bahwa setiap kegiatan di kawasan stasiun harus dikoordinasikan dengan pengelola stasiun, mengingat seluruh aktivitas penumpang berada di bawah pengawasan mereka.

"Bagaimanapun, pelanggan mereka itu pelanggan kami juga. Kalau tidak ada stasiun, tidak ada penumpang. Seharusnya setiap ada kegiatan minimal lapor dulu karena yang mengelola penumpang kan kami," tegasnya.