BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kota Pontianak pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Prediksi utama menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di ibu kota Kalimantan Barat tersebut akan didominasi oleh potensi hujan petir disertai fenomena udara kabur.
Kondisi cuaca yang berpotensi fluktuatif ini diperkirakan akan menyelimuti sejumlah kecamatan sepanjang hari berlangsung. BMKG secara spesifik menyoroti Kecamatan Pontianak Barat dan Kecamatan Pontianak Kota sebagai area yang memerlukan perhatian lebih intensif.
Penyebab utama dari variasi cuaca ekstrem ini adalah tingginya kelembapan udara di wilayah tersebut. Kelembapan yang signifikan ini memicu pembentukan awan konvektif secara masif, yang menjadi prekursor munculnya hujan lebat dan petir.
Masyarakat Pontianak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca yang dapat terjadi secara mendadak. Peringatan ini terutama berlaku untuk periode siang menjelang malam hari, di mana aktivitas atmosfer diperkirakan memuncak.
Penurunan jarak pandang akibat udara kabur menjadi perhatian penting lainnya bagi keselamatan transportasi, baik darat maupun air. Kondisi ini memerlukan antisipasi ekstra dari seluruh pengguna jalan dan pelaku transportasi sungai di kota tersebut.
Dikutip dari BMKG, kondisi cuaca di Kelurahan Pallima dan Sungaijawi Dalam diprediksi akan bervariasi mulai dari berawan, hujan petir, hingga udara kabur. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi, mencapai 62 hingga 99 persen.
Sementara itu, di Kelurahan Sungaijawi Luar, kondisi cuaca umumnya serupa, meskipun ada potensi mengalami cerah berawan dalam rangkaian masa prakiraan. Untuk Kelurahan Sungaibeliung, variasi kelembapan udara diprediksi sedikit lebih kecil, yakni mulai dari 61 hingga 99 persen.
Kondisi atmosfer di Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, menunjukkan parameter udara yang sangat lembap dengan tingkat kelembapan umum mencapai 97 persen. Angin bertiup konstan dari arah timur dengan kecepatan sekitar 6,6 kilometer per jam.
Dampak langsung dari kondisi udara kabur ini terlihat pada jarak pandang yang dilaporkan berada di bawah kategori aman, yaitu kurang dari enam kilometer. "Jarak pandang secara umum dilaporkan berada pada kategori kurang dari 6 kilometer akibat adanya pengaruh partikel udara kabur," ujar Staf Prakiraan BMKG.






.png)