bogorplus.id– Jembatan gantung alternatif yang dibangun oleh PT Wijaya Karya (WIKA) di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, dilaporkan ambruk pada Minggu (21/6/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Ambruknya jembatan darurat yang diperuntukkan bagi pejalan kaki ini terjadi ketika pembangunannya diklaim telah mencapai 90 persen dan hanya menyisakan tahap penyelesaian akhir (finishing).
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan terparah terlihat pada salah satu titik pondasi jembatan yang runtuh. Struktur beton dan besi terlihat miring dan terangkat, sementara sejumlah material beton telah jatuh ke aliran sungai di bawahnya.
Lebih lanjut, tanah di sekitar pondasi dilaporkan ambles hingga berada sekitar lima meter di atas permukaan air sungai.
Koordinator Pekerja Jembatan Gantung Alternatif WIKA, Igoy, menduga penyebab utama keruntuhan adalah faktor cuaca ekstrem.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut.
"Kejadian malam tadi Minggu pukul 9.30. Dua malam hujan terus, karena memang ini tanahnya agak labil," ujar Igoy, Senin (22/6/26).
Igoy menjelaskan lebih rinci bahwa rembesan air hujan yang meresap ke area pondasi menyebabkan tanah penyangga mengalami pelapukan hingga akhirnya longsor.
Ia menambahkan bahwa desain pondasi jembatan memang dibangun di atas area aliran sungai, sehingga sangat rentan terhadap gerusan ketika debit air meningkat.






.png)