BOGORPLUS.ID - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo pada Senin pagi, 22 Juni 2026. Peristiwa cuaca ekstrem ini berlangsung cukup lama, bahkan melebihi durasi satu jam, mengakibatkan sejumlah kawasan tergenang air.

Gangguan cuaca ini menyebabkan dampak signifikan pada kelancaran arus lalu lintas di Kota Pahlawan serta memicu perubahan operasional pada sistem transportasi publik. Beberapa rute angkutan massal terpaksa harus dilakukan penyesuaian jalur sementara.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, Adi Gunita, mengonfirmasi adanya sebaran titik genangan yang terpantau di berbagai lokasi strategis. Titik-titik tersebut tersebar di beberapa wilayah, termasuk Tanjungsari dan Ngagel.

Menurut Adi Gunita, beberapa area lain yang juga terdampak genangan air akibat hujan lebat tersebut antara lain Simokalangan, Simohilir, Nginden dan sekitarnya, Arif Rahman Hakim, hingga kawasan ITS.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, memberikan keterangan resmi mengenai penyesuaian layanan transportasi umum akibat kondisi ini. Ia menyebutkan bahwa ada perubahan jalur untuk beberapa armada angkutan massal yang beroperasi.

"Terdapat pengalihan beberapa rute yaitu FD02, FD03, R5, dan FD10," kata Trio Wahyu Bowo.

Secara spesifik, layanan Suroboyo Bus pada rute R5 yang melayani relasi Benowo - Tunjungan mengalami keterlambatan pelayanan. Hal ini disebabkan oleh tingginya genangan air yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Simo.

Untuk menghindari area yang terendam banjir, armada bus tersebut terpaksa harus dialihkan menggunakan jalur alternatif yang dianggap lebih aman dan luwes untuk dilalui.

Fenomena hujan lebat di tengah periode musim kemarau ini dijelaskan oleh BMKG Juanda sebagai akibat dari gangguan atmosfer yang terjadi. Prakirawan BMKG Juanda, Bhilda Maulida, menjelaskan bahwa meskipun Jawa Timur sudah memasuki kemarau, potensi hujan tetap ada.