bogorplus.id – Planet Bumi yang kita tinggali saat ini memiliki sejarah panjang. Lantas, bagaimana proses pembentukan Bumi sebenarnya?
Dari Modul Pembelajaran SMA Kelas X: Geografi yang diterbitkan oleh Kemdikbud, dijelaskan bahwa terdapat beberapa fase pembentukan Bumi. Mulai dari teori Big Bang hingga pembentukan atmosfer.
Terdapat juga beberapa pendapat ahli yang menyatakan teori pembentukan Bumi, mulai dari teori kontraksi dan pemuaian sampai dengan teori lempeng tektonik.
Untuk memudahkan kamu lebih memahami, berikut ini informasi tentang bagaimana proses pembentukan Bumi dari penjelasan para ahli. Simak yuk!
Bagaimana Proses Pembentukan Bumi?
Pembentukan Bumi terdiri dari delapan fase. Adapun, fase-fase tersebut antara lain:
- Fase awal mula jadi alam semesta (big bang). Pada saat big bang, Bumi terwujud tetapi bahan-bahannya telah ada bersama dengan bahan-bahan bintang dan planet-planet lain.
- Fase pembentukan bintang-bintang. Matahari dan Bumi sebagai calon tata surya belum dilahirkan.
- Fase supernova. Yaitu ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi yang teramat besar.
- Fase pendinginan nebula. Barulah setelah ada kejutan lagi dari supernova yang ada di sekitarnya, gravitasi antarbahan nebula mulai aktif. Ketika gravitasi mulai bekerja, pembentukan sebuah bintang dan atau matahari mulai terjadi.
- Fase pembentukan matahari dan cincin planet. Sebagian debu dan gas di bagian dalam nebula mulai berkumpul dan bergabung kemudian secara perlahan-lahan.
- Fase akresi. Pada saat ini Bumi dengan susunan materi yang seragam belum ada daratan dan atau lautan.
- Fase pembentukan Bumi. Bahan-bahan dari meteor yang memiliki berat jenis yang lebih tinggi mulai tenggelam ke pusat Bumi. Akibatnya, terbentuklah inti Bumi.
Teori Pembentukan Bumi Menurut Para Ahli
Kondisi Bumi pada awal terbentuknya berbeda dengan kondisi sekarang. Pada saat itu, bahan Bumi masih homogen atau seragam tanpa benua dan samudera.