bogorplus.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax mendorong sebagian besar pengendara di Kota Bogor mulai mempertimbangkan peralihan ke Pertalite sebagai upaya menekan pengeluaran operasional harian.

Penyesuaian harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) resmi berlaku mulai Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun dari MyPertamina, harga Pertamax melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter, dan Biosolar bersubsidi bertahan di Rp6.800 per liter.

Selisih harga yang signifikan antara Pertamax dan Pertalite membuat pengguna kendaraan berpikir ulang mengenai konsumsi bahan bakar mereka.

Bagi sebagian pengguna yang memiliki mobilitas tinggi, seperti komuter, kenaikan ini berdampak langsung pada anggaran harian.

Rudi (34), warga Bogor Tengah, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Pertamax sangat membebani pengeluaran rutinnya.

Ia mengaku membutuhkan lebih dari satu liter Pertamax untuk perjalanan pulang-pergi (PP) dari Bogor menuju Jakarta untuk bekerja.

“Kalau dihitung-hitung, sehari bisa satu liter lebih buat PP kerja saja. Kalau naik segini, sebulan jadi lumayan besar bedanya. Kemarin Rp20 ribu bisa sampai dua hari, tapi sekarang kalau pakai Pertamax bisa habis sampai Rp40 ribu per dua hari,” ujar Rudi, Rabu (10/6/2026).