bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor merespons usulan Kementerian Sosial (Kemensos) agar daerah dengan angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tinggi memiliki rumah sakit jiwa (RSJ).
Sebagai langkah awal, Pemkab Bogor menyiapkan pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) baru di Pondok Rajeg yang saat ini sedang dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa Kabupaten Bogor saat ini belum memiliki rumah sakit jiwa khusus.
Penanganan ODGJ sementara ini masih mengandalkan fasilitas di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi serta fasilitas sosial milik Pemkab dan Kemensos.
"Usulan dari Menteri Sosial kami respons. Dinas Sosial sudah menyiapkan perencanaan pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial yang lebih luas di Pondok Rajeg, saat ini masih dalam tahap penyusunan DED," ujar Rudy Susmanto kepada media pada Sabtu (4/7/2026).
Rudy menegaskan bahwa fasilitas baru tersebut tidak hanya akan diperuntukkan bagi ODGJ.
Balai di Pondok Rajeg direncanakan menjadi pusat layanan sosial terpadu yang juga akan melayani tunawisma, lanjut usia, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.
Bupati menekankan bahwa tanggung jawab pelayanan masyarakat harus tetap diutamakan, terlepas dari tingginya angka ODGJ di wilayah tersebut.
"Kita tidak boleh terpaku pada besarnya jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor. Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 6,19 juta jiwa, Kabupaten Bogor hampir selalu mencatat angka tertinggi dibanding daerah lain. Mau berapapun, tetap menjadi tanggung jawab Pemkab Bogor untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tuturnya.






.png)