bogorplus.id– Sebanyak 300 kios dan los di lantai I Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, yang disiapkan untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) eks Pasar Bogor, hingga kini masih belum terisi.

Kondisi ini mendapat respons positif dari para pedagang lama yang berharap para PKL segera menempati fasilitas tersebut demi meningkatkan keramaian dan aktivitas jual beli di pasar.

Dadan (49), seorang pedagang sayur yang telah berjualan di Pasar Jambu Dua sejak 2005, menyatakan dukungannya.

Ia menilai, kekosongan kios lebih merugikan daripada jika kios tersebut diisi oleh PKL baru.

"Daripada kiosnya kosong, lebih baik diisi. Kalau pasarnya lengkap, pedagangnya banyak, pembelinya juga bisa makin ramai. Sekali datang bisa sekalian beli semua kebutuhannya," ujar Dadan saat ditemui di lokasi pada Jumat (3/7).

Senada dengan Dadan, Amran (43), pedagang daging yang sudah beroperasi sejak 2002, mengaku tidak khawatir akan persaingan.

Menurutnya, rezeki sudah diatur dan kehadiran pedagang baru justru akan membuat pasar lebih hidup.

"Kalau saya mah enggak masalah ya misalkan 300 kios itu diisi sama PKL Pasar Bogor. Rezeki kan sudah ada yang mengatur, jadi enggak usah takut tersaingi. Yang penting sama-sama cari nafkah," tutur Amran.

Pemerintah Kota Bogor melalui Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, terus berupaya mengajak PKL eks Pasar Bogor untuk memanfaatkan fasilitas resmi di Pasar Jambu Dua.