bogorplus.id - Kehadiran sosok ayah memiliki peran yang sangat krusial dalam perkembangan psikologis dan sosial seorang anak. Pola ikatan yang terbentuk antara ayah dan anak sejak dini akan menjadi fondasi bagi anak dalam membangun hubungan dengan orang lain di masa depan. Namun, ketika hubungan tersebut tidak berjalan harmonis atau bahkan tidak ada sama sekali, kondisi psikologis yang dikenal sebagai daddy issues dapat muncul.
Secara psikologis, daddy issues adalah istilah yang merujuk pada dampak psikologis akibat hubungan yang tidak sehat, kurang harmonis, atau hilangnya sosok ayah dalam kehidupan seseorang. Meskipun dapat dialami oleh siapa saja, kondisi ini secara statistik lebih sering dijumpai pada wanita.
Sebaliknya, anak yang memiliki ikatan sehat dengan kedua orang tuanya cenderung tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, cerdas, berempati tinggi, dan berkarakter baik. Sebaliknya, minimnya kasih sayang dari sosok ayah berisiko membuat anak tumbuh dengan rasa tidak percaya diri, haus perhatian, hingga rentan terjebak dalam hubungan yang tidak sehat (toxic relationship).
Faktor Penyebab Daddy Issues
Selain faktor eksternal tersebut, kondisi internal sang ayah seperti gangguan kepribadian, depresi, atau penerapan toxic masculinity dalam pola asuh juga dapat merenggangkan hubungan ayah dan anak. Sebagai catatan, jika anak tidak mendapatkan pola asuh yang baik dari sosok ibu, kondisi serupa yang disebut mommy issues juga dapat terbentuk.
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Daddy Issues
Berikut adalah beberapa tanda umum yang menunjukkan seseorang mengalami daddy issues:
1. Tertarik pada Pasangan yang Jauh Lebih Tua
2. Kebutuhan Konstan akan Perhatian dan Kepastian

