bogorplus.id – Rabies, yang juga dikenal sebagai penyakit anjing gila, adalah penyakit infeksi yang menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies dari keluarga Rhabdoviridae dan biasanya ditularkan melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, atau hewan liar lainnya.
Salah satu gejala khas dari rabies pada manusia adalah munculnya rasa takut terhadap air atau yang dikenal sebagai hidrofobia. Gejala ini sering menjadi tanda penyakit rabies yang sudah dalam tahap lanjut.
Hidrofobia adalah gejala spesifik rabies di mana penderita mengalami ketakutan ekstrem terhadap air. Kondisi ini bukan hanya karena rasa takut yang psikologis, tetapi juga disebabkan oleh gangguan fisiologis yang disebabkan oleh virus rabies.
Pada penderita rabies, hidrofobia biasanya muncul ketika penyakit sudah mencapai tahap akut, di mana virus telah menyerang otak dan sistem saraf pusat. Akibatnya, muncul gangguan pada fungsi otak yang mengatur respons tubuh terhadap berbagai rangsangan, termasuk air.
Penyebab Hidrofobia pada Rabies
1. Iritasi pada Sistem Saraf
Virus rabies menyerang saraf otak, khususnya area yang mengontrol fungsi menelan dan pernapasan. Ketika penderita mencoba menelan air, otot-otot tenggorokan mengalami kejang yang menyakitkan. Pengalaman ini membuat penderita menghindari air karena takut merasakan rasa sakit tersebut berulang.
2. Hipereksitasi Sistem Saraf
Virus rabies menyebabkan sistem saraf menjadi sangat sensitif terhadap rangsangan. Bahkan suara, sentuhan, atau pemandangan air dapat memicu refleks kejang otot tenggorokan. Hal ini menciptakan ketakutan yang mendalam terhadap air, meskipun penderita sebenarnya membutuhkan cairan untuk bertahan hidup.