BOGORPLUS.ID - Tragedi menyelimuti Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, menyusul ditemukannya jasad seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun bernama Jio Norahito pada Kamis (11/6) pagi. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat tengah beraktivitas berenang di perairan Sungai Kapuas.

Pencarian yang telah dilakukan oleh tim SAR gabungan selama lima hari berturut-turut akhirnya mencapai titik akhir setelah warga setempat melaporkan penemuan sesosok tubuh mengapung. Penemuan ini mengakhiri ketegangan yang dialami oleh keluarga dan petugas penyelamat.

Jasad korban ditemukan cukup jauh dari lokasi awal ia dilaporkan tenggelam, mengikuti arus sungai yang cukup deras. Petugas memastikan bahwa jarak penemuan tersebut mencapai beberapa kilometer dari titik terakhir korban terlihat.

"Berhasil kami temukan jasad Jio tadi pagi (Kamis) di dekat lanting (MCK) 3,4 km dari titip pertama hilang tenggelam di Sungai Kapuas," ujar Korordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Malik, pada Kamis (11/6/2026) siang.

Menurut keterangan Basarnas, informasi krusial mengenai penemuan datang dari masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar sungai. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR segera bergerak cepat menuju lokasi yang dilaporkan untuk proses verifikasi.

"Titik terang akhirnya muncul pada hari kelima pencarian. Sekitar pukul 09.32 WIB, warga melaporkan adanya sesosok tubuh yang mengapung di dekat sebuah lanting, sekitar 3,4 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam," ujar Malik lebih lanjut.

Setelah identitas korban dipastikan, petugas segera melakukan prosedur evakuasi dari perairan. Jasad Jio kemudian dibawa ke daratan untuk diserahkan kepada otoritas berwenang dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

"Setelah kami pastikan identitasnya, langsung dilakukan evakuasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," tambah Malik.

Keberhasilan penemuan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara berbagai pihak, termasuk petugas profesional, aparat kewilayahan, dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat selama proses pencarian berlangsung.