BOGORPLUS.ID - Seorang lansia bernama Jumaria P Sire Said (70), yang berprofesi sebagai petani dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, baru saja berhasil menunaikan ibadah haji tahun ini. Kisah ketekunan wanita ini menjadi sorotan karena ia telah mengumpulkan dana perjalanan suci tersebut selama kurang lebih 20 tahun melalui kerja kerasnya di ladang.
Perjalanan spiritual Jumaria dimulai ketika ia tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 embarkasi Makassar (UPG). Ia berangkat bersama maskapai Garuda Indonesia GA 1114 menuju Madinah pada tanggal 1 Mei 2026.
Keberangkatan ini merupakan pengalaman pertamanya meninggalkan Pulau Sulawesi, dan ia terpilih sebagai salah satu ikon dalam program 'Mecca Route' tahun ini. Jumaria dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Trek Lari Lapangan Merdeka Medan Tak Kunjung Buka, Warga Keluhkan Fasilitas Publik Terabaikan
Dilansir dari Cahaya, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, Jumaria memiliki rencana untuk segera kembali ke rutinitas sehari-harinya. Ia bertekad untuk kembali menggarap lahan pertanian yang diwariskan orang tuanya demi memenuhi kebutuhan hidup.
Jumaria mengungkapkan bahwa impian untuk melihat Ka'bah secara langsung telah lama ia pendam dalam hati. Setiap hari, ia tak pernah lelah memanjatkan doa sambil secara konsisten menyisihkan sedikit demi sedikit dari hasil jerih payahnya.
Ia menceritakan proses panjang perjuangannya tersebut, "Saya lebih dari 20 tahun (menabung dan berdoa). Saat ini saya sudah dikabulkan," ujarnya dengan nada haru.
Untuk menjaga agar tabungannya tidak terganggu, Jumaria memilih metode penyimpanan yang unik dan sangat pribadi. "Saya menabung di ember, saya tutup kain-kain jelek (embernya) supaya tidak ada yang tahu," jelasnya.
Dalam upaya penghematan, Jumaria juga sangat sederhana dalam pengeluaran sehari-hari, sering kali memanfaatkan sumber daya alam di sekitarnya. "Ambil saja daun ubi, saya masak, masak apa yang ada saja," katanya merinci pola hidupnya saat mengumpulkan dana.
Saat berada di Tanah Suci, Jumaria turut melalui fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia juga mendapat kesempatan untuk masuk ke Raudhah, yang diyakini sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.






.png)