BOGORPLUS.ID - Sejumlah kawasan di Kota Bandung mengalami pemadaman listrik secara bergilir pada Kamis sore, 18 April 2026, yang berdampak signifikan terhadap aktivitas para pelaku usaha lokal. Gangguan pasokan listrik ini dilaporkan terjadi di beberapa area utama kota tersebut.
Wilayah yang terdampak pemadaman listrik bergilir meliputi ruas-ruas jalan strategis seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Cikutra, hingga area Jalan Cigadung. Pemadaman ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga dan para penyedia jasa di kawasan tersebut.
Salah satu dampak langsung dirasakan oleh Eza, pemilik warung tegal (warteg) di Jalan Ahmad Yani, yang harus beroperasi dengan penerangan minim sejak pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Ia terpaksa menggunakan lilin kecil sebagai sumber cahaya di tempat usahanya.
Eza mengungkapkan bahwa informasi mengenai pemadaman tersebut tidak datang langsung dari pihak penyedia listrik, melainkan diperoleh dari sesama pelaku usaha di sekitarnya. "Pertamanya memang ada pemberitahuan di sekitar ini ada pemadaman bergilir, soalnya sebelumnya ada di daerah lain sama pemadaman," sebut Eza, pemilik warteg.
Bagi Eza, sistem pemadaman bergilir ini merupakan pengalaman baru dalam menjalankan bisnisnya di wilayah tersebut. "Ini pertamakali ya," tambah Eza, menggarisbawahi kebaruan situasi ini baginya.
Dampak utama pemadaman listrik bagi warung makan milik Eza adalah terganggunya kebutuhan dasar seperti pasokan air, yang sangat bergantung pada daya listrik untuk sistem penyedotan. "Dampaknya, kita butuh air, apalagi air sedot, kita butuh listrik untuk nyedot air," tutur Eza.
Lebih lanjut, Eza mengungkapkan kekhawatirannya mengenai potensi kerusakan bahan baku makanan jika listrik padam dalam durasi yang lama. Ia berharap agar pemadaman tidak berlangsung terlalu lama karena kebutuhan menjaga bahan makanan di pendingin sangat mendesak. "Kurang tahu. Harapannya kalau ada pemadaman jangan lama-lama, karena butuh air dan es juga ya di freezer cair," sambung Eza.
Kondisi serupa juga dialami oleh Aura, seorang pengusaha fotokopi di Jalan Cikutra, yang harus menghentikan seluruh kegiatan produksinya karena mesin-mesin tidak dapat beroperasi tanpa listrik. "Gak tahu, yang di atas billing, mati sebelumnya, jadi di atas dulu yang padam," kata Aura, pengusaha fotokopi.
Aura menjelaskan bahwa seluruh perangkat elektronik, mulai dari komputer hingga mesin fotokopi, langsung berhenti berfungsi saat listrik padam. "Mesin-mesin mati, tadi juga lagi ramai, jadi pada balik lagi," ujar Aura.






.png)