BOGORPLUS.ID - Situasi pasar otomotif di China menunjukkan adanya pemotongan harga signifikan yang diterapkan oleh Jaguar Land Rover untuk unit kendaraan bermesin bensin mereka. Diskon besar-besaran ini mencerminkan upaya dealer untuk mengatasi penumpukan inventaris yang tidak laku terjual.
Salah satu contoh nyata dari diskon masif ini adalah Range Rover Evoque L yang ditawarkan dengan harga hanya 179.800 yuan di pasaran. Angka ini setara dengan sekitar Rp 470 jutaan, berdasarkan kurs 1 yuan setara Rp 2.638.
Angka penjualan tersebut menunjukkan penurunan drastis, hampir mencapai 60 persen dari harga resmi kendaraan tersebut yang mencapai 429.800 yuan atau sekitar Rp 1,13 miliar. Hal ini berarti total diskon yang diberikan kepada pembeli mencapai sekitar Rp 600 jutaan untuk satu unit mobil.
Fenomena potongan harga ekstrem untuk Range Rover bermesin bensin ini telah menjadi pemandangan yang cukup umum terjadi di Negeri Tirai Bambu belakangan ini. Kondisi ini menandakan adanya kesulitan besar bagi dealer dalam menjual unit-unit yang tersedia.
Data dari Carscoops mengonfirmasi bahwa besaran diskon untuk mobil berbahan bakar bensin mengalami lonjakan tajam antara Januari hingga Mei 2026. Lonjakan ini terjadi karena pihak dealer dihadapkan pada tantangan serius dalam melikuidasi stok yang menumpuk.
Asosiasi Mobil Penumpang China mencatat bahwa rata-rata insentif yang diberikan untuk mobil berbahan bakar bensin mencapai 33.000 yuan, atau sekitar Rp 87 jutaan, selama lima bulan pertama tahun ini. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya yang hanya berkisar 17.000 yuan atau sekitar Rp 44 jutaan.
Sikap Yamaha Menanggapi Debut Skutik Premium Kawasaki Modenas Brusky 125 di Pasar Indonesia
Kondisi ini sangat kontras dengan segmen kendaraan listrik (EV) serta kendaraan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang justru membukukan performa penjualan lebih baik. Tren ini merefleksikan pergeseran preferensi konsumen China yang mulai condong ke arah kendaraan yang dianggap lebih ramah lingkungan.
Selain itu, pasar mobil bekas berbahan bakar bensin di Tiongkok juga mengalami tekanan berat karena banyak pemilik yang menukarkan kendaraan lama mereka dengan mobil listrik. Penurunan nilai jual kembali yang signifikan membuat calon pembeli mobil bensin bekas menjadi ragu, yang berdampak pada penurunan volume transaksi sebesar 19 persen.
"Range Rover diskon gede-gedean di China. Foto: Carscoops," demikian keterangan foto yang menyertai informasi mengenai diskon besar-besaran tersebut.






.png)