BOGORPLUS.ID - VinFast, produsen mobil listrik (EV) ternama asal Vietnam, mengambil langkah strategis untuk mengakselerasi adopsi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Langkah ini diwujudkan melalui perpanjangan fasilitas pengisian daya gratis bagi para pelanggannya hingga tahun 2029 mendatang.
Informasi mengenai perpanjangan insentif ini disampaikan langsung oleh perwakilan perusahaan di tengah agenda media drive VinFast VF MPV 7 di Jakarta. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juni, seperti yang dilansir dari Detik Oto.
Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, menjelaskan bahwa infrastruktur pengisian daya saat ini telah terintegrasi dengan jaringan stasiun milik mitra mereka. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengguna dalam menemukan dan mengakses fasilitas pengisian daya di berbagai lokasi.
Saat ini, jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) V-Green yang didukung VinFast telah mencapai angka 2.900 unit yang siap beroperasi di seluruh Indonesia. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah cepat menjelang akhir bulan.
Rinaldi Ramdani mengonfirmasi perpanjangan masa berlaku insentif tersebut kepada publik. "Kami juga masih memberikan free charging sampai 2029 untuk customer-customer kami yang berpindah atau memilih kendaraan VinFast," ujar Rinaldi.
Keputusan untuk memperpanjang durasi insentif ini merupakan respons dari manajemen VinFast terhadap tingginya minat masyarakat terhadap kemudahan pengisian daya gratis. Sebelumnya, program ini direncanakan berakhir lebih cepat dari tahun 2029.
Rinaldi menambahkan bahwa kebijakan ini terbukti efektif dalam menarik minat pembeli potensial karena secara signifikan dapat mengurangi biaya operasional kepemilikan kendaraan listrik. "Ini sebetulnya kami perpanjang ya, karena sebelumnya hanya sampai 2028, tapi kita melihat ternyata banyak yang tertarik dengan free charging. Karena memang tentunya itu menurunkan cost ya, makanya kita perpanjang hingga 2029," tambah Rinaldi.
VinFast dan mitra mereka, V-Green, tidak hanya mengandalkan ribuan titik yang sudah aktif, tetapi juga gencar melakukan ekspansi infrastruktur baru. Ekspansi masif ini ditargetkan akan meningkatkan jumlah SPKLU secara signifikan sebelum tahun 2025 berakhir.
Lebih lanjut, Rinaldi memaparkan target ambisius perusahaan terkait perluasan jaringan pengisian daya di Indonesia. "Sampai akhir tahun ini prediksinya atau targetnya adalah di 10.000 titik," tukas Rinaldi.






.png)