BOGORPLUS.ID - Manajemen Perusahaan Otobus (PO) Haryanto secara resmi menunjuk kembali Rian Mahendra untuk menduduki posisi Direktur Operasional perusahaan transportasi darat tersebut. Keputusan ini diambil setelah adanya polemik internal yang sempat terjadi sejak pertengahan tahun 2022 dan kini telah dinyatakan berakhir.

Penunjukan kembali Rian Mahendra ini dikonfirmasi oleh Head Maintenance PO Haryanto, Muhammad Syafiq, pada Rabu (1/6/2026). Konfirmasi ini muncul setelah beredarnya surat tugas kepengurusan mandor bus tertanggal 24 Juni 2026 di media sosial Tiktok.

Adanya surat tugas tersebut memicu spekulasi publik mengenai posisi baru Rian Mahendra dalam struktur perusahaan. Hal ini seperti yang diunggah oleh sebuah akun Tiktok dengan nama Sekilas Info, yang kemudian memicu perbincangan luas mengenai kepulangan Rian.

Muhammad Syafiq, yang juga merupakan menantu dari pendiri PO Haryanto, menyambut baik kembalinya Rian Mahendra ke jajaran manajemen. Ia membenarkan kabar tersebut saat dimintai konfirmasi mengenai posisi baru putra sulung pemilik perusahaan bus yang berbasis di Kudus itu.

"Iya benar mas (kabar Mas Rian kembali ke manajemen PO Haryanto)," kata Muhammad Syafiq, Head Maintenance PO Haryanto.

Pendiri sekaligus pemilik PO Haryanto, Haji Haryanto, menyatakan dukungannya penuh atas kembalinya sang putra untuk memimpin operasional perusahaan. Beliau berencana menyerahkan sepenuhnya kepemimpinan operasional bus kepada Rian Mahendra.

Haji Haryanto mengungkapkan alasannya ingin fokus pada kegiatan sosial di hari tuanya setelah berkecimpung di dunia bisnis sejak lama. "Saya sudah capek. Saya bekerja mulai tahun 1982, dari sopir angkot, jualan es, jualan es waktu sebelum masuk tentara. Ini saya anaknya orang susah. Orang tua susahnya kayak begitu, sekarang yang nikmati anak," kata Haji Haryanto, Pemilik PO Haryanto.

Pria berusia 66 tahun tersebut menegaskan bahwa ia kini ingin lebih fokus mengurus masjid miliknya di Pengging, Boyolali, yang memiliki ratusan jemaah. "Saya sekarang ini punya masjid di Pengging (Boyolali), jemaah ada ratusan orang, itu setiap subuh itu saya kasih sembako, saya tak ngurusin akhirat lah. Sudah saatnya, saya 66 tahun," tutur Haji Haryanto.

Haji Haryanto berharap Rian Mahendra dapat meneruskan visi perusahaan untuk memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat. "Sudah saatnya Mas Rian teruskan perjuangan bapakmu. Bapakmu cita-citanya hidup penuh manfaat buat orang banyak dan agama," ucap Haji Haryanto.