bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten Bogor gencar mempercepat program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di berbagai wilayah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak musim kemarau.

Program ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi sektor pertanian dan perikanan, serta meminimalisasi risiko bencana akibat terganggunya fungsi saluran irigasi.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa normalisasi saluran air berskala besar sedang dilaksanakan di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari.

Selain itu, penataan saluran irigasi dan kawasan sekitarnya terus dilakukan demi optimalisasi fungsi infrastruktur air.

"Bogor adalah kabupaten terluas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Saat ini, kami sedang melakukan normalisasi saluran air skala besar di wilayah Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari,"ujarnya, Jumat (3/6).

"Bersamaan dengan itu, kami juga melakukan penataan saluran irigasi dan penataan wilayah sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"sambungnya.

Rudy menjelaskan bahwa normalisasi irigasi di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari menjadi prioritas utama karena wilayah tersebut mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan pertanian.

Sementara itu, di kawasan Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur—yang merupakan kawasan Minapolitan dengan sekitar 200 hektare kolam perikanan—Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.

"Kami ingin memastikan ketika musim kemarau tiba, sawah tetap mendapatkan air dan sentra perikanan tetap bisa berproduksi. Oleh karena itu, kami juga menyiapkan pipanisasi dari beberapa mata air serta pembangunan sumur di sejumlah titik untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa wilayah Kabupaten Bogor," tambahnya.