BOGORPLUS.ID - Proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bali kembali menuai sorotan publik terkait isu transparansi data yang disajikan kepada masyarakat. Isu ini mencuat bukan karena masalah kuota atau penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), melainkan fokus pada keterbukaan informasi dalam sistem seleksi.

Sorotan utama datang dari Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, yang menemukan adanya kejanggalan dalam publikasi data calon peserta didik. Permasalahan spesifik yang diangkat adalah tidak adanya tampilan mengenai jarak domisili setiap calon siswa dalam sistem tersebut.

Hal ini menjadi perhatian serius karena parameter jarak domisili tersebut sejatinya masih tercantum dalam Petunjuk Teknis (Juknis) yang mengatur mekanisme seleksi penerimaan siswa baru. Keberadaan Juknis mengindikasikan bahwa data tersebut seharusnya menjadi bagian dari informasi yang dapat diakses publik.

Tri Widiyanti menyampaikan sorotannya ini dari perspektif ganda yang dimilikinya. Ia tidak hanya bertindak sebagai seorang jurnalis yang mengawasi proses publik, tetapi juga sebagai orang tua murid yang sedang mendampingi anaknya dalam proses pendaftaran SMA tahun ajaran ini.

"Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Tri Widiyanti, mempertanyakan mengapa sistem SPMB tidak menampilkan informasi jarak domisili setiap calon peserta didik, padahal parameter tersebut masih tercantum dalam Petunjuk Teknis (Juknis) sebagai bagian dari mekanisme seleksi," ujar Tri Widiyanti.

Pernyataan ini menunjukkan adanya potensi inkonsistensi antara aturan tertulis dalam Juknis dengan implementasi data yang ditampilkan kepada publik saat proses seleksi berlangsung. Keterbukaan data semacam ini krusial untuk memastikan akuntabilitas sistem.

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan lebih mendalam mengenai sejauh mana sistem SPMB di Bali telah mengadopsi prinsip transparansi yang ideal bagi seluruh pemangku kepentingan. Informasi domisili seringkali menjadi pertimbangan penting dalam zonasi atau sistem prioritas lainnya.

Dikutip dari INFOTREN, isu mengenai transparansi data dalam SPMB SMA Bali ini menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua dan praktisi media di wilayah Denpasar. Fokusnya adalah memastikan bahwa setiap aspek seleksi dapat diverifikasi dengan mudah oleh publik.

Dilansir dari INFOTREN, kebutuhan akan data yang lengkap dan mudah diakses ini sejalan dengan upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses penerimaan siswa baru yang diselenggarakan oleh dinas terkait.