BOGORPLUS.ID - Dunia politik lokal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, diguncang oleh sebuah tragedi menyedihkan yang menimpa Kepala Desa terpilih Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Ibrahim. Mendiang Ibrahim menghembuskan napas terakhirnya pada hari yang telah dijadwalkan untuk agenda pelantikannya sebagai pemimpin desa.

Peristiwa ini secara resmi dikonfirmasi oleh Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, melalui unggahan di akun media sosial pribadinya. Berita duka ini menjadi perhatian luas setelah dikonfirmasi ulang oleh media nasional.

Almarhum Ibrahim dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pada hari Jumat, 26 Juni 2026, sekitar pukul 08.00 Wita. Informasi ini diperbarui dan dikonfirmasi pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Bupati Andi Ina Kartika Sari mengungkapkan rasa dukanya atas kepergian mendiang yang seharusnya merayakan momen penting tersebut. "Kemarin seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi Bapak Ibrahim dan masyarakat Desa Jangan-Jangan. Hari di mana beliau dijadwalkan dilantik sebagai Kepala Desa Terpilih. Namun Allah SWT berkehendak lain," ujar Andi Ina Kartika Sari, seperti dikutip dari Detikcom.

Fakta menarik dari pemilihan kepala desa (Pilkades) sebelumnya adalah bahwa Ibrahim maju bersaing melawan istrinya sendiri. Hal ini terjadi bukan karena adanya konflik kepentingan, melainkan untuk memenuhi persyaratan regulasi pemilihan.

Bupati menjelaskan bahwa aturan Pilkades mensyaratkan adanya lebih dari satu calon yang bertarung memperebutkan kursi kepemimpinan desa. "Saat Pilkades berlangsung, hanya ada dua nama yang maju sebagai calon kepala desa, yaitu Pak Ibrahim dan istri beliau sendiri," ungkap Ina.

Keikutsertaan sang istri dalam kontestasi tersebut ditegaskan oleh Bupati bukan didorong oleh ambisi politik pribadi sang istri. Keputusan tersebut murni dilakukan demi memenuhi ketentuan administrasi yang berlaku. "Bukan karena tidak ada pilihan, tetapi karena untuk memenuhi ketentuan pemilihan tetap harus diikuti lebih dari satu calon," jelas Bupati Andi Ina.

Fenomena unik ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dari warga Desa Jangan-Jangan terhadap sosok kepemimpinan almarhum Ibrahim semasa hidupnya. Bupati Barru menyoroti hal ini sebagai cerminan nilai kebersamaan warganya.

"Kisah ini bukan hanya tentang besarnya kepercayaan masyarakat kepada Pak Ibrahim, tetapi juga tentang masyarakat Desa Jangan-Jangan yang memilih mengedepankan kebersamaan di atas segala perbedaan," jelas Andi Ina Kartika Sari.