BOGORPLUS.ID - Wilayah Kabupaten Pacitan dikejutkan oleh peristiwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5.6 pada Sabtu sore, 27 Juni 2026. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 14.47 WIB, memicu respons cepat dari masyarakat setempat.

Guncangan yang dirasakan cukup kuat di hampir seluruh wilayah Pacitan tersebut sempat membuat warga berhamburan keluar dari bangunan untuk mencari lokasi aman. Meskipun durasinya relatif singkat, getaran tersebut cukup mengejutkan warga yang sedang beraktivitas.

Salah satu saksi mata, Sukinah, warga Kecamatan Kota, menceritakan pengalamannya saat merasakan getaran gempa tersebut. "Tadi saya duduk di kursi. Tiba-tiba kursinya bergerak sendiri," ujar Sukinah kepada media pada Sabtu sore.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang diterima mengenai kerusakan material signifikan akibat fenomena alam tersebut. Warga yang sempat menyelamatkan diri ke luar ruangan dilaporkan kini mulai kembali menjalankan aktivitas normal mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Pacitan segera mengaktifkan tim untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai dampak gempa. Upaya pendataan dampak kini sedang dilakukan di 12 wilayah kecamatan yang ada di Pacitan.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari kepanikan yang tidak perlu. "Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan. Getaran memang terasa kuat, namun sampai saat ini kami belum mendapat laporan resmi terkait dampaknya," katanya.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa pusat gempa berlokasi pada koordinat 8.96 Lintang Selatan dan 111.16 Bujur Timur. Lokasi episentrum tersebut diperkirakan berjarak sekitar 86 kilometer tenggara Pacitan.

Lebih lanjut, BMKG mencatat bahwa kedalaman pusat gempa berada pada kisaran 86 kilometer. Berdasarkan analisis awal, gempa dengan karakteristik tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah pesisir.

Dikutip dari Detikcom, informasi mengenai kejadian ini tersebar luas setelah warga melaporkan guncangan yang mereka rasakan sore itu. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi melalui saluran resmi pemerintah daerah.