bogorplus.id- Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bersama tim akademisi, masih melanjutkan evaluasi terhadap operasional usaha tambang di wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menuntaskan persyaratan pembangunan jalan khusus tambang sebagai upaya mitigasi dampak lingkungan.
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, atau yang akrab disapa Jaro Ade, menegaskan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan aktivitas pertambangan tetap terkendali dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan.
"Usaha tambang saat ini masih dalam tahap evaluasi dan diberikan edukasi agar bersama-sama menjaga dan menyelamatkan lingkungan dari potensi kerusakan," ujar Jaro Ade kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Sejumlah Kepala Teknik Tambang (KTT) se-Jawa Barat juga telah diundang dalam rapat bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Gedung Sate untuk menerima arahan dan edukasi mengenai pengelolaan tambang yang bertanggung jawab.
Jaro Ade menegaskan bahwa selama proses evaluasi berlangsung, kebijakan penghentian sementara aktivitas tambang di tiga kecamatan—yakni Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang—tetap diberlakukan.
"Keputusan ini masih berlaku sampai seluruh proses evaluasi benar-benar selesai dan ada keputusan lanjutan dari pemerintah provinsi," tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mematangkan rencana pembangunan jalan khusus tambang.
Saat ini, Pemkab Bogor masih menunggu penetapan lokasi resmi dari Pemprov Jawa Barat dan Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).






.png)