BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden tragis terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi pada hari Jumat, 26 Juni 2026, ketika seorang pria lanjut usia meninggal dunia setelah terserempet kereta api. Peristiwa nahas ini menimpa korban yang belum teridentifikasi identitasnya di petak jalan yang ramai.
Peristiwa maut tersebut melibatkan Kereta Api (KA) 225A Pangrango yang saat itu sedang dalam perjalanan dari arah Stasiun Sukabumi menuju Bogor. Kecelakaan terjadi di area Kampung Bojong Nangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat.
Menurut informasi awal, korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terseret sekitar 10 meter dari titik tumbukan. Diduga kuat, korban sedang berjalan di sepanjang jalur rel dan tidak mendengar peringatan klakson yang telah dibunyikan oleh masinis.
Saksi mata bernama Suhendar memberikan kesaksian mengenai momen mengerikan saat ia sedang berada di dekat rel. Ia tengah sibuk memperbaiki dinding kolam ikan miliknya yang berlokasi tepat di pinggir jalur kereta api.
"Saya kaget, lagi naplok (membetulkan dinding) kolam. Lah itu kereta kan bunyi klaksonnya keras banget. Saya tengok gitu, 'Ada apa?' di hati saya teh," ujar Suhendar, menceritakan responsnya saat mendengar suara klakson kereta.
Suhendar melanjutkan kesaksiannya dengan menggambarkan kondisi korban sesaat sebelum tertabrak. "Pas lihat, ada orang lagi jalan pelan-pelan gitu. Jalannya pelan-pelan langsung keserepet gitu langsung," kata Suhendar.
Warga setempat segera berdatangan setelah mendengar benturan keras tersebut untuk melihat kondisi korban. Tidak lama kemudian, petugas kepolisian tiba di lokasi guna melakukan proses identifikasi awal dan evakuasi jenazah.
Suhendar mengungkapkan rasa kagetnya melihat sejauh mana korban terseret setelah benturan keras terjadi. "Saya kira nggak parah, yang saya kira gitu. Dikira dia di situ jongkok gitu. Ternyata jauh gitu, lemparnya ke sini, sampai keseret ke sini orangnya gitu," tutur Suhendar.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa petugas lapangan segera mengambil tindakan darurat. Tindakan cepat ini dilakukan setelah masinis melaporkan adanya insiden tabrakan dengan pejalan kaki.






.png)