bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan keseriusan dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menyusul status daerah tersebut sebagai wilayah dengan jumlah ODGJ tertinggi di Jawa Barat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa tingginya angka tersebut harus dilihat secara proporsional mengingat Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 6.000 orang.

Rudy Susmanto menekankan bahwa angka ini harus dibandingkan dengan total populasi Kabupaten Bogor yang melampaui 6,19 juta jiwa.

"Jika Kota Bogor memiliki sekitar 1,2 juta penduduk dengan sekitar 3.000 ODGJ, sementara Kabupaten Bogor berpenduduk lebih dari 6 juta jiwa dengan sekitar 6.000 ODGJ, maka perbandingan tersebut harus dilihat berdasarkan jumlah penduduknya," ujar Rudy kepada wartawan, Sabtu (27/6/2026).

Meskipun menghadapi tantangan jumlah ODGJ yang signifikan, Pemkab Bogor memastikan tidak berdiam diri.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat layanan sosial dan menyiapkan fasilitas baru untuk menangani kelompok masyarakat rentan, termasuk ODGJ.

Saat ini, Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) di Citeureup tengah dalam proses pembenahan.

Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat pembinaan bagi lansia dan tunawisma, sekaligus dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sosial di Kabupaten Bogor.