bogorplus.id - Sebanyak 68 jamaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam Kloter 10 JKS masuk kategori lanjut usia (lansia) berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes). 

Para jamaah ini mendapat perhatian dan pengawasan khusus selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji 2026, terutama menghadapi tantangan suhu ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 45–48 derajat Celsius.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor, Indra Karmawan, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan data antara manifest keberangkatan dan hasil klasifikasi kesehatan.

“Dalam porsi keberangkatan kloter, jumlah jamaah lansia tercatat 16 orang. Namun berdasarkan data Dinkes, jamaah yang masuk kategori lansia mencapai 68 orang, termasuk yang berisiko tinggi,” ujar Indra saat ditemui di Masjid Raya Bogor, Sabtu (2/5/2026).

Untuk memudahkan pemantauan, jamaah lansia dan kategori risiko tinggi (risti) diberikan gelang identitas berwarna pink sebagai penanda kebutuhan pendampingan medis.

“Nanti yang lansia dan risti diberi gelang khusus warna pink, artinya perlu pendampingan dan pengawasan khusus dari petugas kesehatan,” kata Indra.

Ia menambahkan, jamaah tertua dalam Kloter 10 JKS berusia 84 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Jamaah tersebut turut didampingi anggota keluarga selama menjalankan ibadah haji.

Selain itu, Kemenag Kota Bogor juga menyiapkan tenaga kesehatan khusus yang mendampingi jamaah selama perjalanan.

“Kami juga menugaskan satu dokter dan satu perawat untuk mendampingi jamaah,” tambahnya.