BOGORPLUS.ID - Sejumlah perwakilan dari Paguyuban Pegawai Notaris, PPAT, dan Freelance Sleman melaksanakan aksi demonstrasi di Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Sleman pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Aksi protes ini dipicu oleh keresahan mendalam mengenai lambatnya proses pelayanan pengurusan berbagai dokumen pertanahan di instansi tersebut.

Para peserta aksi menyampaikan keluhan secara terbuka dengan membentangkan sejumlah poster berisi kritik tajam di area lobi kantor BPN Sleman. Beberapa poster menyoroti betapa lamanya proses penerbitan sertifikat yang dianggap melebihi waktu pembangunan fisik rumah tinggal.

Aksi unjuk rasa tersebut secara terstruktur menyampaikan lima tuntutan spesifik yang diarahkan kepada otoritas pertanahan setempat untuk segera ditindaklanjuti. Tuntutan pertama secara khusus menyoroti proses koreksi berkas konversi dan pemecahan waris yang dinilai sangat lamban di Loket 3.

Poin kedua dari tuntutan tersebut berfokus pada pelayanan loket pengambilan dokumen yang kerap memakan waktu tak sebentar, serta adanya ketidaksesuaian antara informasi yang diterima dengan data yang tertera pada aplikasi digital Sentuh Tanahku.

Selanjutnya, tuntutan ketiga mendesak percepatan validasi Surat Ukur (SU) serta menanyakan efektivitas dari 10 tenaga bantuan teknis yang sebelumnya telah disiapkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Sleman.

Tuntutan keempat menyentuh aspek teknis layanan seperti proses konversi dan pemecahan bidang tanah, termasuk keterlambatan penerbitan Surat Perintah Setor (SPS) kedua dan jadwal panitia yang tidak pasti. Beberapa isu lain seperti taman komunal dan kelebihan luas konversi juga ikut disoroti.

Selain itu, massa aksi juga menuntut adanya penjelasan resmi mengenai prosedur penggunaan Letter Model D dan E, serta meminta peninjauan ulang terhadap kebijakan pencabutan berkas. Mereka juga menginginkan kepastian hukum hingga sertifikat selesai diterbitkan.

Menanggapi gelombang aspirasi tersebut, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman, Imam Nawawi, menyatakan bahwa semua masukan yang disampaikan akan segera menjadi materi evaluasi internal institusinya. Imam Nawawi mengakui adanya berbagai kendala yang dihadapi dalam operasional pelayanan sehari-hari.

"Keluhan sudah kami terima. Ada cukup banyak tadi catatan-catatan tapi alhamdulillah dari mereka tadi pun sudah memberikan apresiasi wabil khusus terhadap layanan yang sudah berjalan. Itu semua karena memang ada banyak kendala baik itu SDM," ujar Imam Nawawi, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sleman.