bogorplus.id - Rasa tidak nyaman pada perut, seperti kembung, begah, hingga frekuensi buang angin yang meningkat, sering kali terjadi setelah mengonsumsi makanan tertentu. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kandungan gas berlebih yang dihasilkan selama proses pencernaan. Meski mengganggu, masyarakat tidak perlu khawatir karena ada berbagai cara mudah untuk meminimalkan keluhan tersebut.
Secara medis, makanan yang memicu gas biasanya mengandung laktosa, fruktosa, sorbitol, dan serat tinggi. Zat-zat ini tidak dicerna di usus halus, melainkan difermentasi oleh bakteri di usus besar. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan gas seperti hidrogen, karbon dioksida, dan metana. Sementara itu, aroma tidak sedap pada gas tersebut berasal dari senyawa yang mengandung belerang (sulfur).
Berikut adalah enam jenis makanan dan minuman yang dikenal dapat menghasilkan gas berlebih pada saluran pencernaan:
1. Makanan Berserat Tinggi
Kandungan serat tinggi umumnya ditemukan pada buah-buahan, kacang-kacangan, dan sayuran. Beberapa jenis makanan berserat tinggi yang dapat memicu produksi gas berlebih antara lain brokoli, bawang, kol, kubis, kembang kol, lobak, sawi, seledri, ubi, mangga, apel, pir, jeruk, dan semangka.
2. Susu dan Produk Olahannya
Susu beserta produk turunannya, seperti keju, krim, dan es krim, mengandung laktosa. Laktosa merupakan sejenis gula yang dapat meningkatkan produksi gas di dalam perut. Keluhan ini biasanya akan terasa lebih parah pada individu yang memiliki kondisi intoleransi laktosa.
3. Gandum Utuh
Selain kaya akan vitamin dan mineral, gandum utuh juga mengandung serat tinggi dan rafinosa yang dapat memicu pembentukan gas di saluran cerna. Biji-bijian utuh lainnya seperti jelai (barley), quinoa, dan flaxseed juga berpotensi menyebabkan gas berlebih jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
4. Minuman Berkarbonasi
Minuman berkarbonasi atau bersoda diproduksi dengan memasukkan gas karbon dioksida untuk menciptakan efek buih. Selain mengandung karbon dioksida, minuman bersoda yang beredar di pasaran biasanya juga mengandung sorbitol dan fruktosa yang memperparah penumpukan gas di lambung.
5. Pemanis Buatan
Banyak produk makanan bebas gula (sugar-free) yang menggunakan pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol. Hasil fermentasi dari pemanis buatan ini di dalam usus dapat menghasilkan gas berlebih, sehingga membuat perut terasa kembung dan tidak nyaman.
6. Makanan Berlemak
Makanan tinggi lemak, termasuk daging berlemak dan gorengan, dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, makanan bertahan lebih lama di dalam saluran cerna, yang kemudian memicu peningkatan produksi gas.

