bogorplus.id– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menegaskan bahwa pengoperasian kembali lampu lalu lintas (traffic light) di Simpang Bomang, Jampang, saat ini masih dalam tahap uji coba.
Penegasan ini disampaikan merespons banyaknya keluhan dari warga dan pengguna jalan yang mengeluhkan kemacetan yang justru semakin parah sejak lampu merah tersebut diaktifkan kembali.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Joko Handrianto, menjelaskan bahwa fasilitas pengatur lalu lintas tersebut merupakan aset milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena lokasinya berada di ruas jalan nasional.
Lampu merah tersebut sebenarnya telah terpasang sejak tiga tahun lalu, dan kini kembali dioperasikan atas permintaan dari tokoh masyarakat setempat.
"Lampu merah ini terpasang tiga tahun lalu di ruas jalan nasional. Kini kami operasikan kembali karena adanya permintaan dari tokoh masyarakat setempat untuk mengantisipasi adanya praktik pungutan liar (pungli). Saat ini statusnya masih tahap uji coba. Pengoperasian ini bukan untuk menghilangkan kemacetan sepenuhnya, melainkan untuk meminimalkan kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan dan ketertiban di persimpangan," ujar Joko saat dihubungi, Sabtu (11/7/2026).
Joko menambahkan, tahap uji coba ini baru berjalan sejak Kamis pekan lalu. Selama masa uji coba berlangsung, Dishub Kabupaten Bogor bersama Kementerian Perhubungan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan akhir terkait pengoperasian lampu lalu lintas tersebut.
Proses evaluasi ini juga akan mengkaji kondisi geometrik persimpangan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kemungkinan pelebaran jalur belok kiri langsung ke arah Jalan Haji Mawi, sehingga kendaraan yang akan berbelok tidak menghambat arus kendaraan yang melaju lurus.
Lebih lanjut, Joko menegaskan bahwa Dishub tidak ingin terburu-buru mematikan lampu lalu lintas tersebut tanpa kajian yang matang.
Langkah cepat mematikan lampu merah dikhawatirkan akan menimbulkan persepsi negatif dan ketidakkonsistenan kinerja pemerintah di mata publik.






.png)