bogorplus.id - Sakit perut dan dehidrasi sering muncul secara bersamaan, terutama setelah diare atau muntah berulang. Kondisi ini dapat membuat tubuh terasa lemas, pusing, dan tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi akibat gangguan pencernaan juga bisa menimbulkan komplikasi yang berbahaya.

Saat mengalami sakit perut disertai muntah atau diare, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit. Kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi saluran cerna, konsumsi makanan yang kurang higienis, atau pola makan yang tidak tepat.

Tanda dehidrasi yang sering muncul meliputi rasa haus berlebihan, mulut kering, tubuh lemas, pusing, hingga frekuensi buang air kecil yang berkurang. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab dan cara mengatasi sakit perut dan dehidrasi agar kondisi tidak semakin parah.

Penyebab Sakit Perut dan Dehidrasi

Berikut beberapa kondisi yang paling sering menyebabkan sakit perut dan dehidrasi:

  • Infeksi saluran cerna
    Infeksi pada sistem pencernaan dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit yang masuk melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kondisi ini biasanya menimbulkan diare, muntah, sakit perut, dan demam sehingga cairan tubuh cepat berkurang.

    Keracunan makanan
    Mengonsumsi makanan yang tidak higienis atau sudah terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya meliputi mual, muntah, kram perut, dan diare yang bisa memicu dehidrasi jika terjadi terus-menerus.

    Alergi makanan atau intoleransi laktosa
    Beberapa orang mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti seafood, telur, atau produk susu. Kondisi ini dapat menyebabkan perut kembung, diare, sakit perut, hingga tubuh kehilangan cairan.

    Konsumsi makanan pedas atau berlemak
    Makanan yang terlalu pedas atau berminyak dapat mengiritasi lambung dan usus. Akibatnya, muncul keluhan mulas, nyeri perut, dan buang air besar cair yang meningkatkan risiko dehidrasi.