BOGORPLUS.ID - Pemerintah Republik Indonesia tengah gencar melakukan reformasi struktural terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang jumlahnya saat ini mencapai lebih dari seribu entitas. Langkah masif ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesehatan keuangan dan efektivitas kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.
Misi utama dari restrukturisasi ini adalah memastikan bahwa BUMN dapat beroperasi lebih sehat, menghasilkan keuntungan yang optimal, dan secara nyata memberikan manfaat maksimal bagi kepentingan masyarakat luas. Proses "bersih-bersih" ini diharapkan mampu memangkas aset yang selama ini cenderung menjadi beban fiskal negara.
Target akhir dari perampingan skala besar ini telah ditetapkan secara spesifik oleh otoritas terkait. Pemerintah berambisi untuk menyisakan hanya 250 BUMN saja setelah proses konsolidasi dan evaluasi menyeluruh selesai dilaksanakan.
Informasi mengenai target ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, dalam sebuah kegiatan resmi baru-baru ini. Penetapan angka 250 ini menjadi penanda fase akhir dari upaya penataan ulang korporasi negara.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Dony Oskaria mengonfirmasi proyeksi tersebut ketika dimintai tanggapan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Ujungnya nanti 250 [BUMN]," ujar Dony Oskaria saat menutup sesi tanya jawab dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026.
Pernyataan tersebut diucapkan di Jakarta, menunjukkan bahwa pembahasan mengenai efisiensi BUMN ini merupakan agenda prioritas pemerintah yang disampaikan dalam forum penting tersebut. Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 menjadi panggung penegasan visi pemerintah ke depan.
Implikasi dari pengurangan jumlah BUMN yang signifikan ini akan sangat terasa dampaknya bagi perekonomian nasional dan pelayanan publik. Dengan jumlah yang lebih ramping, diharapkan fokus manajemen akan lebih tajam terhadap sektor-sektor strategis.
Pemerintah berharap bahwa BUMN yang tersisa akan memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat domestik maupun internasional, sekaligus mampu menjalankan mandat sosialnya tanpa terbebani oleh entitas yang tidak produktif.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menyampaikan target akhir perampingan tersebut kepada publik. "Ujungnya nanti 250 [BUMN]," ujarnya saat menjawab pertanyaan Presiden Prabowo Subianto dalam acara penutupan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026.






.png)