BOGORPLUS.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kerap menjadi topik hangat di kalangan publik dan pelaku pasar finansial. Fluktuasi yang terjadi sering kali memunculkan spekulasi mengenai cara paling efektif untuk menjaga kestabilannya.
Banyak pihak beranggapan bahwa intervensi pasar yang dilakukan secara langsung merupakan solusi paling cepat untuk meredam volatilitas Rupiah. Namun, pandangan tersebut dianggap kurang komprehensif oleh para pakar ekonomi mengenai keberlanjutan stabilitas mata uang.
Menurut tinjauan para ahli, daya tahan dan kekuatan Rupiah dalam jangka panjang sesungguhnya terpatri pada kesehatan dan daya saing fundamental perekonomian nasional itu sendiri. Hal ini menunjukkan perlunya perspektif yang lebih luas daripada sekadar kebijakan sesaat.
Dilansir dari Bloomberg Technoz pada tanggal 28 Juni, Shan Saeed, yang menjabat sebagai Kepala Ekonom Global Juwai IQI Malaysia, memberikan pandangan tegas mengenai hal ini. Beliau menekankan bahwa penopang utama mata uang bukanlah sekadar intervensi yang dilakukan oleh otoritas moneter.
"Dalam jangka panjang, pertahanan mata uang terkuat bukanlah intervensi semata, melainkan kapasitas ekonomi yang lebih besar, lebih produktif, dan lebih kompetitif," ujar Shan Saeed.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa upaya mempertahankan nilai tukar Rupiah tidak boleh hanya bergantung pada manuver kebijakan jangka pendek yang bersifat reaktif. Diperlukan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang benar-benar kokoh dan tahan banting.
Keberhasilan dalam menjaga apresiasi Rupiah secara berkelanjutan menuntut adanya peningkatan signifikan dalam produktivitas sektor riil dan daya saing Indonesia di panggung perdagangan global. Ini adalah prasyarat utama untuk stabilitas valuta asing di masa mendatang.
Oleh karena itu, fokus kebijakan seharusnya bergeser pada reformasi struktural yang mampu meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi domestik secara organik dan berkelanjutan. Langkah-langkah tersebut yang akan menjadi benteng pertahanan Rupiah yang sesungguhnya.






.png)