bogorplus.id - Memilih metode memasak yang tepat sangat memengaruhi kandungan nutrisi dalam makanan. Di antara berbagai cara mengolah bahan pangan, merebus dan mengukus sering dianggap lebih sehat dibandingkan menggoreng atau memanggang karena tidak memerlukan tambahan minyak atau mentega. Namun, manakah di antara rebus atau kukus yang menawarkan manfaat kesehatan lebih unggul?
Memahami Metode Rebus dan Kukus
Rebus adalah teknik memasak dengan merendam makanan dalam air atau kaldu mendidih hingga matang. Metode ini umum digunakan untuk memasak telur, pasta, ayam, sayuran, dan beberapa jenis hidangan laut.
Sementara itu, mengukus adalah proses mematangkan makanan menggunakan uap panas dari air mendidih. Teknik ini memerlukan alat khusus berupa panci dengan sekat. Mengukus sering diaplikasikan pada sayuran, ikan, ayam, hingga aneka kue.
Perbandingan Kandungan Nutrisi
Secara umum, baik merebus maupun mengukus sama-sama sehat karena tidak menambah asupan kalori dari lemak tambahan. Namun, terdapat perbedaan signifikan terkait potensi hilangnya nutrisi, terutama pada sayuran.
Beberapa jenis makanan, khususnya sayuran, rentan kehilangan nutrisi ketika dimasak dengan cara direbus, terutama jika direbus dalam waktu lama dengan air mendidih. Vitamin yang larut dalam air seperti Vitamin B kompleks, Vitamin C, Vitamin E, serta mineral seperti kalium dapat larut dan terbuang bersama air rebusan.
Oleh karena itu, metode mengukus cenderung lebih disarankan untuk mengolah sayuran. Proses pengukusan dapat menjaga nilai vitamin, mineral, antioksidan, dan zat alami makanan. Selain itu, metode ini juga efektif mempertahankan bentuk, tekstur, warna, dan rasa asli makanan.
Kesimpulannya, metode mengukus tergolong lebih baik dalam mempertahankan nutrisi untuk beberapa jenis bahan makanan tertentu. Meskipun demikian, durasi memasak tetap menjadi faktor penting yang harus diperhatikan dalam kedua metode tersebut.






.png)