BOGORPLUS.ID - Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera yang melintasi Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaporkan sering mengalami kemacetan parah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat setempat.
Kepadatan kendaraan yang terjadi di jalur vital tersebut diduga kuat bersumber dari maraknya operasional angkutan barang yang melebihi batas dimensi dan muatan standar atau yang dikenal sebagai Over Dimension Overload (ODOL). Truk-truk besar dengan muatan berlebih ini menjadi sorotan utama sebagai pemicu kerusakan infrastruktur jalan.
Selain merusak jalan, truk ODOL juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di sepanjang Jalintim Sumatera. Gangguan teknis pada kendaraan berat ini, seperti patah as roda atau pecah ban, sering terjadi pada jam-jam sibuk, sehingga kemacetan tak terhindarkan.
Seorang warga Banyuasin, Berin, mendesak Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan untuk segera mengambil langkah penindakan yang lebih tegas. Ia menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap armada angkutan barang yang melintasi jalur tersebut.
Berin menyoroti pentingnya pemeriksaan ketat terhadap bobot muatan serta pengujian kelayakan kendaraan melalui uji KIR secara berkala. Menurutnya, langkah ini esensial untuk mencegah truk yang tidak memenuhi standar kelaikan diizinkan beroperasi.
"Seharusnya Dishub dan pihak terkait lebih tegas mengecek berat kendaraan truk dan KIR kendaraan. Banyak kemacetan yang terjadi karena truk rusak di jalan, seperti patah as roda dan pecah ban yang diduga akibat muatan berlebih," kata Berin kepada wartawan pada Sabtu, 14 Juni 2026.
Warga yang hampir setiap hari melewati rute Betung hingga kawasan Perkantoran Banyuasin ini mengungkapkan bahwa masalah teknis yang dialami truk muatan menjadi faktor utama kemacetan. Ia sering menyaksikan antrean kendaraan yang memanjang ketika truk rusak terpaksa berhenti di tengah jalan.
"Saya hampir setiap hari lewat jalur Betung. Sering sekali macet karena ada truk yang rusak di tengah jalan. Kalau sudah begitu, antrean kendaraan bisa panjang," ujarnya.
Berin berharap pemerintah di semua tingkatan, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat, dapat bersinergi memperketat pengawasan di lapangan. Ia menekankan perlunya pencegahan terhadap angkutan yang melanggar regulasi ODOL.






.png)