bogorplus.id - Masih banyak orang yang menganggap polip hidung dan sinusitis sebagai penyakit yang sama karena keduanya sering menimbulkan keluhan yang serupa. Padahal, kedua kondisi ini memiliki penyebab, proses terjadinya, dan penanganan yang berbeda. Memahami perbedaan polip dan sinusitis dapat membantu seseorang mengenali gejalanya sejak dini sehingga penanganan yang diberikan menjadi lebih tepat.
Secara umum, polip hidung adalah pertumbuhan jaringan lunak pada rongga hidung atau sinus, sedangkan sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan sinus. Meski berbeda, kedua kondisi ini sama-sama dapat menyebabkan hidung tersumbat, pilek berkepanjangan, penurunan kemampuan mencium bau, hingga rasa nyeri atau tekanan di area wajah.
Perbedaan Polip Hidung dan Sinusitis
Berikut beberapa perbedaan utama antara polip hidung dan sinusitis yang perlu dipahami.
1. Polip Hidung Merupakan Pertumbuhan Jaringan
Polip hidung adalah benjolan lunak yang tumbuh pada lapisan dalam rongga hidung atau sinus akibat peradangan yang berlangsung dalam waktu lama. Bentuknya menyerupai tetesan air mata dan umumnya bersifat jinak atau tidak berkembang menjadi kanker.
Munculnya polip dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti sinusitis kronis, rhinitis alergi, asma, maupun faktor keturunan. Pada ukuran yang masih kecil, polip sering kali tidak menimbulkan gejala. Namun jika ukurannya membesar, polip dapat menyumbat saluran hidung sehingga menyebabkan hidung terasa tersumbat dan mengganggu pernapasan.
Selain menghambat aliran udara, polip juga dapat menghalangi aliran lendir dari sinus. Akibatnya, lendir menumpuk di dalam rongga sinus atau mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini dapat menyebabkan kemampuan penciuman menurun bahkan hilang (anosmia), serta meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada rongga hidung.






.png)