bogorplus.id– Penanganan area terdampak longsor di Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, resmi dimulai pada Rabu (17/6/2026).
Proses perbaikan ini sempat tertunda sejak bencana terjadi pada Kamis (15/1/2026) akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek sempat tertunda karena lokasi longsor berada di jalur provinsi, sehingga memerlukan koordinasi dan pengajuan penanganan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Proyek perbaikan ini menelan anggaran senilai Rp5,4 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Tugas penanganan diserahkan kepada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat, dengan target penyelesaian selama 150 hari kalender atau sekitar lima bulan, hingga November 2026.
"Alhamdulillah hari ini sudah ditandatangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Artinya sudah dilakukan serah terima lokasi pekerjaan dan siap digarap. Memang segala sesuatu itu perlu proses karena anggarannya harus dimunculkan dan diatur. Nilainya juga cukup besar, sekitar Rp5,4 miliar," ujar Dedie di lokasi, Kamis (18/6).
Pembangunan DPT dan Bronjong
Dedie merinci bahwa penanganan utama akan difokuskan pada pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) yang akan dikombinasikan dengan material bronjong, beton, dan batu granular.
Selain itu, sistem aliran air di lokasi akan tetap menjadi perhatian penting dalam konstruksi ini.






.png)