BOGORPLUS.ID - Peristiwa tumbangnya pohon trembesi berukuran masif dilaporkan telah menyebabkan kelumpuhan total pada jalur lalu lintas utama yang menghubungkan Pangkalan Bun dengan Kumai. Kejadian ini berlangsung pada Kamis sore, 18 Juni 2026.
Lokasi spesifik tumbangnya pohon yang menghalangi badan jalan tersebut berada di Jalan Pangkalan Lima, Desa Natai Raya, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pohon tersebut roboh sepenuhnya dan menutup seluruh badan jalan.
Kemacetan parah segera terjadi di kedua arah, baik dari Pangkalan Bun maupun dari arah Kumai, dengan antrean kendaraan yang terpantau mengular hingga mendekati satu kilometer. Kondisi ini dipicu oleh ukuran pohon yang sangat besar.
Pohon trembesi nahas tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan diameter mencapai 60 sentimeter. Tumbangnya pohon ini diyakini merupakan dampak langsung dari angin kencang disertai guyuran hujan yang melanda wilayah tersebut.
Laporan awal mengenai insiden ini diterima oleh Posko Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Barat. Penerimaan laporan dilakukan sekitar pukul 14.40 WIB.
Menanggapi laporan darurat tersebut, petugas dan peralatan dari BPBD segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Prioritas utama penanganan adalah memulihkan akses jalan yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat setempat.
Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, menjelaskan bahwa respons cepat dilakukan setelah menerima informasi. "Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi. Prioritas kami adalah membuka kembali akses jalan secepat mungkin karena jalur tersebut merupakan jalur utama yang cukup padat dilalui masyarakat," ujar Andan Santana pada Kamis petang.
Proses evakuasi batang dan ranting pohon dilakukan oleh petugas BPBD dengan bantuan warga sekitar. Mereka menggunakan gergaji mesin (chainsaw) dalam upaya pembersihan material pohon tersebut.
Menariknya, proses penanganan dan pembersihan material pohon tetap berlangsung relatif aman meskipun di tengah guyuran hujan ringan yang masih terjadi saat itu. Hal ini menunjukkan koordinasi yang baik antara tim reaksi cepat dan masyarakat.






.png)