BOGORPLUS.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang berpusat di wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada hari Kamis (18/6/2026) telah menimbulkan dampak signifikan, khususnya di Kabupaten Sigi. Bencana alam ini mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia dan mencatatkan 108 korban luka-luka.

Korban jiwa di Kabupaten Sigi mengalami pemutakhiran data resmi setelah otoritas setempat sebelumnya hanya mengkonfirmasi satu orang meninggal dunia. Penambahan dua korban jiwa baru ini menunjukkan perkembangan situasi pasca guncangan dahsyat tersebut.

Kepala Bidang Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Ahmad Yani, mengonfirmasi kenaikan jumlah korban jiwa tersebut kepada awak media pada Kamis (18/6/2026). "Jadi tiga orang (meninggal dunia). Sebelumnya yang terdata satu orang, kemudian ada dua korban tambahan yang baru masuk dalam pembaruan laporan," ujar Ahmad Yani.

Salah satu korban meninggal tambahan berasal dari Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, yang meninggal akibat serangan jantung setelah terjatuh saat gempa melanda. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bala Keselamatan sebelum data finalできました.

"Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bala Keselamatan. Karena proses pendataan saat itu belum selesai, sehingga belum masuk dalam laporan awal," imbuh Ahmad Yani mengenai detail korban pertama yang baru teridentifikasi.

Korban meninggal ketiga merupakan warga Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, yang mendapatkan benturan keras di bagian perut dan sempat dilarikan ke RS Torabelo Sigi. Pihak medis menduga riwayat penyakit tumor yang dimiliki korban turut memperburuk kondisinya.

"Berdasarkan informasi dari tenaga kesehatan setempat, almarhum juga memiliki riwayat penyakit tumor. Benturan yang dialaminya diduga memperparah kondisi kesehatannya," tambah Ahmad Yani mengenai kondisi korban meninggal kedua.

Per Kamis (18/6) pukul 11.00 Wita, dampak material di Sigi sangat luas, mencakup 1.652 rumah rusak; terdiri dari 1.472 rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat. Kerusakan ini secara langsung memengaruhi 2.109 keluarga atau total 6.412 jiwa.

Dari total 108 korban luka, sebanyak 91 orang mengalami luka ringan, sementara 17 lainnya tercatat menderita luka berat akibat dampak gempa. Pihak BPBD menegaskan bahwa proses pendataan dampak masih terus berlangsung secara aktif di lapangan.