BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden tragis menimpa seorang penambang pasir di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (19/6/2026). Korban mengalami luka bakar serius akibat paparan material vulkanik panas yang tiba-tiba meletus.
Peristiwa ini terjadi di aliran Sungai Besuk Kobokan, wilayah yang dikenal sebagai area aktivitas penambangan di kaki Gunung Semeru. Korban diketahui bernama Very Irawan, berusia 33 tahun, yang merupakan warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Saat kejadian, Very Irawan sedang melaksanakan aktivitas penambangan pasir bersama beberapa rekan kerjanya di sekitar Jembatan Besuk Kobokan. Aktivitas tersebut terhenti mendadak ketika material sisa erupsi Semeru yang berada di sekitar lokasi longsor.
Material vulkanik panas yang tertimbun tersebut kemudian memicu reaksi tak terduga ketika bersentuhan dengan air di sungai. Reaksi ini kemudian menghasilkan apa yang disebut sebagai letusan sekunder yang langsung mengenai korban yang berada di dekatnya.
Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka bakar yang sangat parah, diperkirakan mencapai 80 persen dari luas permukaan tubuhnya. Saat ini, Very Irawan telah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kondisi korban yang mengalami luka bakar serius mengharuskan dirinya menjalani perawatan khusus di RSUD Dokter Haryoto Lumajang. Pihak rumah sakit terus memantau perkembangan kesehatannya akibat tingkat keparahan luka yang diderita.
Aris Susanto, kakak kandung korban, menjelaskan kronologi bagaimana petaka tersebut terjadi. Ia menuturkan bahwa material vulkanik sisa erupsi Semeru masih menyimpan suhu panas yang sangat tinggi sebelum akhirnya longsor.
"Awalnya korban menambang, kemudian tiba-tiba longsor dan terkena air sehingga terjadi letusan sekunder dan menimpa korban," ujar Aris Susanto, Kakak Korban. Kejadian ini menyoroti bahaya tersembunyi dari material sisa erupsi di area sungai.
Pemerintah daerah setempat menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa aktivitas penambangan tersebut dilakukan di zona yang sudah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana.






.png)