BOGORPLUS.ID - Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (20/6/2026), ketika seorang penambang pasir mengalami luka bakar serius. Kejadian ini dipicu oleh aktivitas nekat korban yang beroperasi di dalam zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang oleh otoritas setempat.

Insiden ini melibatkan korban yang tertimbun oleh endapan material vulkanik yang berasal dari lontaran awan panas guguran Gunung Semeru yang terjadi pada akhir November 2025. Material sisa letusan tersebut ternyata masih menyimpan bahaya signifikan meskipun telah mengendap selama lebih dari enam bulan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memberikan keterangan mengenai kondisi material vulkanik yang sangat berbahaya tersebut. Material tersebut diketahui masih memiliki suhu yang sangat tinggi bahkan setelah mengendap dalam waktu yang lama.

"Jadi, kondisi materialnya masih panas, kalau terkena kulit bisa menyebabkan luka bakar. Ini memang korban juga menambang di zona yang dilarang," ujar Isnugroho.

Dilansir dari Detikcom, kondisi luka bakar serius yang dialami korban menjadi bukti nyata bahwa material vulkanik tersebut belum sepenuhnya dingin dan aman untuk didekati. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat sekitar lereng gunung berapi aktif tersebut.

Menanggapi insiden ini, BPBD Lumajang segera mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan peringatan keras dan mengimbau masyarakat untuk mematuhi batas aman yang telah ditetapkan. Pembatasan radius aman ini bertujuan vital untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Otoritas bencana menetapkan larangan keras bagi warga untuk melakukan segala bentuk aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Semeru yang masih aktif. Penetapan zona steril ini adalah prosedur standar dalam mitigasi bencana vulkanik.

Lebih lanjut, Isnugroho menekankan bahwa pembatasan ini juga berlaku memanjang di sepanjang aliran Sungai Besuk Kobokan, yang merupakan jalur lahar dan material vulkanik. "Kami mengimbau kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer," pungkas Isnugroho.

Hingga saat ini, status aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III, yang menandakan status Siaga. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mematuhi semua rekomendasi dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.