bogorplus.idPemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah memastikan bahwa pengerjaan tahap awal rehabilitasi GOR Pajajaran telah rampung 100 persen.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan bahwa pengerjaan tahap pertama rehabilitasi GOR Pajajaran mencakup perbaikan area Kolam Renang Mila Kencana, Gedung Indoor A, GOR B, lapangan rumput dan lintasan atletik Stadion Pajajaran, serta Lapangan Basket, dan Lapangan Softball.

“Kami ingin memastikan pekerjaan tahap satu ini selesai seluruhnya. Tadi sudah dilihat, di Mila Kencana sudah, Gedung Indoor A, GOR B sudah, rumput dan lintasan atletik di Stadion Pajajaran sudah, fondasi sudah, Lapangan Softball juga sudah. Jadi pengerjaan tahapan pertama rehabilitasi GOR Pajajaran sudah 100 persen,” ujar Dedie usai meninjau langsung kawasan GOR Pajajaran, Senin (29/12/2025).

Dedie juga menjelaskan bahwa penataan kawasan GOR Pajajaran ini tidak hanya berorientasi pada bangunan olahraga, tetapi juga pada integritas lingkungan secara menyeluruh agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

Salah satu Langkah yang dilakukan Pemkot Bogor yaitu memindahkan instalasi pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang selama ini menghalangi akses pejalan kaki.

Selama ini GOR B dan area panggung  terpisah karena terhalang instalasi pipa gas PGN, kami juga sudah berkoordinasi dengan PGN. Kalau instalasinya ini sudah dipindahkan, seluruh kawasan bisa tersambung, sehingga warga bisa jogging dan beraktivitas tanpa ada penghalang,” katanya.

Selain itu, Ia juga meminta kepada instansi terkait untuk memperbaiki area lingkar luar atau area sekeliling GOR Pajajaran, termasuk menyelesaikan jalur pejalan kaki, penataan taman dan pemilihan tanaman.

“Kami ingin mencontoh seperti Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta jadi ‘GBK kecil’ di sini. Bedanya, kalau GBK itu puluhan hektare, di sini kawasannya lebih kecil tetapi tetap harus nyaman dan tertata sebagai kawasan olahraga,” katanya.

Adapun proses rehabilitasi GOR Pajajaran tahap pertama ini dimulai sejak Agustus lalu dan selesai sesuai target pada Desember 2025 dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor sekitar Rp31 miliar.