BOGORPLUS.ID - Kawasan bersejarah Pasar Johar di Kecamatan Semarang Tengah kini mengalami revitalisasi fungsi, bertransformasi menjadi magnet baru bagi generasi muda sebagai destinasi wisata kuliner. Tempat ini berhasil memadukan atmosfer pasar tradisional dengan hiruk pikuk kafe modern.
Fenomena ini terlihat jelas di lantai satu bangunan tersebut, di mana aktivitas kini tidak lagi hanya seputar transaksi pasar konvensional. Area ini telah menjadi ruang berkumpul favorit bagi kaum muda untuk menikmati kopi dan mencicipi berbagai kudapan yang sedang viral di media sosial.
Pilihan menu yang ditawarkan di lantai satu sangat beragam, mencakup roti kekinian, mi ayam, hingga kedai kopi dan gerai ketan susu dengan berbagai pilihan topping. Mayoritas hidangan di zona ini ditawarkan dengan harga yang sangat kompetitif, rata-rata berkisar di angka Rp 10 ribuan.
Sementara itu, lantai dua Pasar Johar menjadi pusat bagi para pengunjung yang mencari makanan berat dan hidangan legendaris khas Semarang. Deretan kuliner ikonik seperti soto ayam, sate kambing, pecel, aneka gorengan, hingga es gempol tersedia lengkap di lantai ini.
Harga untuk makanan berat di lantai dua cukup bervariasi, di mana semangkuk soto ayam bisa didapatkan mulai Rp 9 ribu, sedangkan sate kambing dijual sekitar Rp 55 ribu per porsi penuh atau Rp 28 ribu untuk setengah porsi.
Nindya, seorang mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) berusia 19 tahun, menjelaskan bahwa daya tarik utama Pasar Johar baginya adalah perpaduan antara arsitektur bangunan yang bersejarah dengan keragaman pilihan makanan yang ditawarkan. "Pasar Johar itu menurut aku tempat yang ikonik banget, terutama bangunannya yang terlihat tua tapi isinya beragam macam, termasuk makanan-makanannya. Di sini aku ngincer makanannya sih," kata Nindya kepada detikJateng di Pasar Johar, Semarang, Minggu (21/6/2026).
Nindya secara spesifik merekomendasikan sajian es gempol dan Soto Pak No di lantai dua sebagai hidangan yang wajib dicoba saat jam makan siang tiba. "Yang paling enak itu es gempol, terus juga Soto Pak No itu ada di lantai dua. Itu juga enak banget buat makan siang," ujarnya.
Septi (29), pengunjung dari Salatiga yang rutin datang di akhir pekan, mengaku sering membeli es kopi hitam seharga Rp 9 ribu karena kombinasi rasa enak dan harga yang ekonomis. "Kalau aku suka kopi hitam pakai es, harganya cuma Rp 9 ribu. Murah dan kopinya enak," ujar Septi.
Septi menambahkan bahwa ia baru pertama kali mencoba es gempol seharga Rp 10 ribu yang disajikan dalam porsi besar. "Kebetulan ini juga first time (pertama kali) aku cobain es gempolnya Pasar Johar. Harganya cuma Rp 10 ribu, tapi dapat segentong. Menurutku kuliner di sini cukup terjangkau," lanjutnya.






.png)